Rasa takut menghadapi operasi jantung menjadi kekhawatiran yang wajar dirasakan pasien. Bayangan tentang pembiusan, kondisi selama berada di ruang operasi, hingga pertanyaan apakah pasien akan tetap aman selama tindakan berlangsung kerap muncul menjelang operasi.
Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan anestesi. Namun, pasien tidak menjalani proses pembiusan begitu saja.
Sebelum operasi, dokter spesialis anestesi terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien dan menentukan perencanaan anestesi yang sesuai.
Dokter Spesialis Anestesi RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Muhammad Rizqhan, Sp.An., mengatakan rasa takut sebelum operasi merupakan hal yang wajar.
Menurutnya, pasien tidak perlu khawatir secara berlebihan karena kondisi pasien akan dievaluasi sebelum anestesi diberikan.
Rasa takut sebelum operasi adalah hal yang wajar. Di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, setiap pasien menjalani evaluasi menyeluruh dan ditangani oleh dokter spesialis anestesi yang kompeten, didukung teknologi modern serta tim multidisiplin. Keselamatan pasien selalu menjadi prioritas kami,”
ujar dr. Muhammad Rizqhan, Sp.An dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pasien Dipantau
Selama operasi berlangsung, dokter anestesi tidak hanya bertugas memberikan pembiusan. Kondisi pasien terus dipantau untuk memastikan fungsi-fungsi vital tetap stabil selama tindakan.
Pemantauan meliputi kondisi jantung, tekanan darah, pernapasan, serta fungsi organ vital lainnya. Jika terjadi perubahan kondisi, tim medis dapat segera melakukan penanganan sesuai kebutuhan pasien.
Karena itu, keamanan pasien selama operasi jantung tidak bergantung pada satu dokter atau satu tindakan saja. Proses tersebut membutuhkan perencanaan sejak sebelum operasi hingga pasien memasuki tahap pemulihan.
Banyak Tenaga Medis
Penanganan pasien selama operasi jantung dilakukan melalui kolaborasi tim multidisiplin. Dokter spesialis anestesi bekerja bersama dokter bedah jantung, dokter jantung, perfusionist, perawat, serta tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam perawatan pasien.
Kolaborasi tersebut menjadi penting mengingat operasi jantung merupakan tindakan kompleks yang membutuhkan koordinasi dan pemantauan secara berkesinambungan.
Peran dokter anestesi bahkan tidak berhenti setelah operasi selesai. Tim anestesi juga terlibat dalam proses pemulihan pasien, termasuk pengelolaan nyeri, pemulihan kesadaran, hingga perawatan pasien di Intensive Care Unit (ICU).
Utamakan Keselamatan Pasien
Sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang jantung dan pembuluh darah, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita mengembangkan pelayanan untuk menangani pasien dengan kondisi jantung yang beragam dan kompleks.
Pelayanan tersebut didukung oleh dokter spesialis, tenaga kesehatan multidisiplin, serta teknologi medis yang menunjang proses diagnosis, tindakan, dan pemulihan pasien.
Bagi pasien yang akan menjalani operasi jantung, rasa takut merupakan sesuatu yang manusiawi. Namun, penting dipahami bahwa terdapat rangkaian evaluasi dan pemantauan yang dilakukan untuk menjaga kondisi pasien sejak sebelum anestesi, selama operasi, hingga masa pemulihan.
Dengan demikian, pasien dan keluarga dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses yang akan dijalani sekaligus menyampaikan berbagai kekhawatiran kepada tim medis sebelum tindakan dilakukan.





















