Kualitas udara di Palembang, Sumatra Selatan, memburuk karena asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga menyebabkan 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026.
Direktur Perkumpulan Lingkar Hijau Hadi Jatmiko mengatakan kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga segera mengambil langkah perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak paparan asap.
“Pemerintah pusat maupun daerah tidak boleh melihat data hanya sekadar angka. Dinas Kesehatan mencatat pada Agustus hanya di Palembang, ada 9.313 kasus ISPA,”
kata Hadi dalam keterangannya, dikutip pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Ambang Batas
Berdasarkan pemantauan kualitas udara selama sepekan terakhir, angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang berada di atas ambang batas aman. Pada 19 Agustus, konsentrasi PM2.5 tercatat 116 dan masuk kategori tidak sehat.






