Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia Timur masih menjadi persoalan serius. Kawasan Nusa Tenggara-Maluku-Papua mencatat AKI mencapai 317 kematian per 100.000 kelahiran hidup, atau sekitar 2,8 kali lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada di level 144.
Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menilai tingginya AKI di kawasan tersebut menunjukkan bahwa penurunan angka secara nasional belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu.
Menurut Natasya, kondisi geografis, keterbatasan transportasi, kapasitas fasilitas kesehatan, hingga faktor sosial-ekonomi dapat memperbesar risiko perempuan mengalami hambatan dalam memperoleh layanan kesehatan selama kehamilan dan persalinan.







