Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai menyebar dan dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, Minggu, 6 September 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat menghirup partikel abu, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah.
Dokter Kevin Mak mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik. Partikel abu yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan, sehingga upaya mengurangi paparan menjadi penting selama kondisi abu masih menyebar.
“Pilih masker yang tepat jika beraktivitas luar ruang. Untuk paparan abu vulkanik, masker kain filtrasin ≤44 persen, (masker) surgical sekitar 89–91 persen namun lebih banyak bocor dari sisi, sementara respirator N95-equivalent >98 persen—jadi pilih N95/KN95 yang fit dan menutup rapat wajah,”
ujar dr Kevin dikutip dari Threads @drkevinmak.
Pemilihan masker menjadi salah satu perlindungan utama ketika seseorang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan. Selain jenis masker, pemasangan rapat juga penting agar celah di sekitar wajah tidak menjadi jalur masuk partikel abu.






