Air minum isi ulang menjadi pilihan banyak orang karena harganya relatif terjangkau dan mudah ditemukan. Namun, apakah air yang berasal dari depot isi ulang selalu aman untuk dikonsumsi setiap hari?
Air isi ulang sebenarnya tidak serta-merta berbahaya bagi kesehatan. Namun, keamanan air tidak hanya ditentukan oleh proses penyaringan.
Kualitas sumber air, proses pengolahan, kondisi peralatan, kebersihan operator, hingga cara penanganan setelah air dimasukkan ke dalam galon turut memengaruhinya.
Menurut Ahli
Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi Universitas IPB, Prof. Etty Riani, menjelaskan bahwa tingkat risiko air isi ulang dapat berbeda-beda.
Menurutnya, keamanan air sangat bergantung pada sejumlah tahapan sejak air diambil dari sumber hingga sampai ke tangan konsumen.
Risikonya bisa berbeda-beda, dari mulai rendah sampai tinggi. Besarnya risiko sangat bergantung pada kualitas sumber air, pengolahannya, efektif atau tidak, kondisi fasilitasnya bagaimana, kehigienisan operator seperti apa, dan bagaimana penanganannya setelah pengisian,”
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum rutin mengonsumsi air isi ulang?
Kualitas Sumber Air
Air yang berasal dari sumber tercemar dapat membawa berbagai jenis kontaminan yang belum tentu seluruhnya dapat dihilangkan melalui proses penyaringan.
Prof. Etty menyebut pencemaran dapat berasal dari limbah domestik, septic tank, aktivitas pertanian, limbah industri, hingga pertambangan. Setiap teknologi pengolahan juga memiliki kemampuan dan keterbatasan yang berbeda dalam menghilangkan pencemar.
Teknologi penyaringan belum tentu mampu membuang semua jenis pencemar tersebut karena kemampuan dan keterbatasannya yang berbeda-beda,”
jelas Etty.
Karena itu, proses penyaringan saja tidak cukup dijadikan patokan bahwa air isi ulang pasti aman. Kualitas air baku tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Bisa Terkontaminasi
Menurut Prof. Etty, kontaminan pada air dapat berupa mikrobiologis, seperti bakteri, virus, dan protozoa. Selain itu, terdapat pula kontaminan kimia, antara lain arsen, timbal, kadmium, kromium, nitrat, nitrit, besi, mangan, aluminium, pestisida, dan hidrokarbon.
Peralatan yang bersentuhan langsung dengan air juga perlu diperhatikan. Selang, keran, tangki, filter, dan galon dapat menjadi titik kontaminasi apabila tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik.
Bahkan, tangan operator juga dapat berpengaruh terhadap kebersihan air setelah proses pengolahan. Artinya, kualitas air tidak hanya ditentukan oleh teknologi penyaringan, tetapi juga oleh penerapan kebersihan selama proses pengisian.
Cara Memilih Depot Air
Sebelum membeli air isi ulang, masyarakat dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
- Perhatikan kebersihan depot. Pilih depot yang terlihat bersih dan tidak dipenuhi debu, sampah, atau genangan air.
- Cek kondisi peralatan. Pastikan tangki, selang, keran, filter, dan peralatan pengolahan lainnya terlihat tertata serta terawat.
- Perhatikan kebersihan operator. Tangan dan pakaian operator sebaiknya dalam kondisi bersih karena dapat bersentuhan dengan peralatan maupun galon.
- Tanyakan sumber air baku. Konsumen dapat menanyakan dari mana air yang digunakan depot berasal dan bagaimana proses pengolahannya.
- Cari tahu hasil pemeriksaan laboratorium. Informasi mengenai pemeriksaan kualitas air dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih depot.
- Periksa kepemilikan SLHS. Pastikan depot memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai salah satu informasi terkait pemenuhan persyaratan higiene dan sanitasi.
- Perhatikan pengendalian sepanjang proses. Menurut Prof. Etty, keamanan air perlu dijaga mulai dari kualitas air baku, teknologi pengolahan, perawatan filter, proses disinfeksi, kebersihan peralatan, hingga pencegahan kontaminasi ulang.
Perhatikan Kondisi Galon
Kondisi galon juga tidak boleh diabaikan. Galon yang digunakan sebaiknya dalam kondisi baik, tidak retak, berlumut, berbau, atau terlihat kotor.
Galon yang sudah digunakan berulang kali perlu dijaga kebersihannya karena bagian dalam wadah dapat menjadi salah satu titik yang memungkinkan terjadinya kontaminasi.
Sebaiknya hindari galon yang diletakkan di tempat terbuka dan mudah terkena debu atau kotoran. Setelah air diisi, simpan galon di tempat yang bersih dan terlindung dari paparan langsung lingkungan yang dapat menyebabkan kontaminasi.
Amankah Air Isi Ulang?
Air isi ulang dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan minum sehari-hari selama kualitasnya terjaga. Namun, konsumen sebaiknya tidak menganggap semua air isi ulang memiliki tingkat keamanan yang sama.
Kualitas air baku, efektivitas pengolahan, kondisi peralatan, kebersihan operator, kondisi galon, dan penanganan setelah pengisian merupakan bagian yang perlu diperhatikan.
Karena itu, sebelum rutin membeli air dari suatu depot, jangan hanya mempertimbangkan harga atau lokasi yang dekat. Pastikan pula depot menjaga kebersihan dan dapat memberikan informasi mengenai sumber serta pemeriksaan kualitas airnya.






