Obat batuk umumnya digunakan untuk meredakan batuk dan gejala flu. Namun, di balik fungsinya sebagai obat, beberapa produk ternyata dapat disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi tertentu.
Melansir dari laman Nationwide Childrens, salah satu bahan yang sering dikaitkan dengan penyalahgunaan obat batuk adalah dekstrometorfan atau dextromethorphan (DXM).
Dalam penggunaan sesuai aturan, DXM berfungsi sebagai penekan refleks batuk dan relatif aman.
Masalah dapat muncul ketika obat dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan. Lantas, benarkah obat batuk bisa membuat seseorang mabuk?
Meninbulkan Efek Memabukkan
Efek memabukkan bukan merupakan tujuan penggunaan obat batuk. Sensasi tersebut dapat muncul ketika kandungan tertentu di dalam obat dikonsumsi secara berlebihan.
DXM, misalnya, pada dosis tinggi dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Seseorang dapat mengalami perubahan kesadaran, gangguan persepsi terhadap lingkungan, hingga halusinasi.
Efek inilah yang kemudian membuat DXM disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mencari sensasi seperti mabuk atau “high”.
Kandungan Dekstrometorfan
Dekstrometorfan merupakan salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam obat batuk dan obat flu. Fungsinya adalah membantu menekan dorongan untuk batuk.
Ketika digunakan sesuai dosis yang tercantum pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, kandungan ini tidak ditujukan untuk menghasilkan efek memabukkan. Risiko justru meningkat ketika seseorang sengaja mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan.
Selain DXM, beberapa obat batuk juga mengandung bahan aktif lain. Karena itu, mengonsumsi obat secara berlebihan bukan hanya meningkatkan paparan terhadap DXM, tetapi juga dapat membuat tubuh menerima zat lain dalam jumlah yang tidak aman.
Bagaimana Jika Disalahgunakan?
Penyalahgunaan obat batuk dapat menyebabkan berbagai perubahan pada kondisi tubuh dan kesadaran. Pada paparan DXM dalam jumlah tinggi, seseorang dapat mengalami pusing, mual, muntah, mengantuk, gangguan koordinasi, jantung berdebar, serta perubahan persepsi.
Pada kondisi yang lebih berat, penyalahgunaan dapat menyebabkan kebingungan, halusinasi, kejang, hingga kehilangan kesadaran.
Efek tersebut tentu berbeda dengan manfaat obat ketika digunakan secara tepat. Artinya, sensasi “mabuk” bukanlah efek yang dicari dalam pengobatan batuk, melainkan tanda bahwa obat telah digunakan secara tidak semestinya.
Bukan Sekedar Memabukkan
Risiko penyalahgunaan obat batuk tidak berhenti pada perubahan kesadaran. Beberapa produk obat batuk memiliki lebih dari satu bahan aktif yang dapat menimbulkan masalah apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Misalnya, produk tertentu dapat mengandung parasetamol atau bahan dekongestan. Jika dikonsumsi melebihi batas aman, kandungan tersebut juga dapat memberikan dampak serius terhadap tubuh.
Risikonya semakin besar apabila obat batuk dicampurkan dengan alkohol atau obat lain. Kombinasi zat dapat memperkuat efek terhadap sistem saraf dan meningkatkan kemungkinan terjadinya keracunan.
Mengapa Disalahgunakan?
Status obat yang dapat dibeli tanpa resep dapat membuat sebagian orang menganggapnya lebih aman. Padahal, obat bebas tetap memiliki aturan penggunaan dan batas dosis.
Pada remaja, rasa ingin tahu atau anggapan bahwa obat yang legal berarti tidak berbahaya juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong penyalahgunaan. Informasi mengenai penggunaan obat untuk mendapatkan efek tertentu juga dapat tersebar melalui internet dan media sosial.
Karena itu, penggunaan obat tetap perlu memperhatikan kandungan, dosis, aturan pakai, serta kondisi orang yang mengonsumsinya.
Cara Menggunakan
Obat batuk tetap memiliki manfaat sebagai obat yang efektif, adapun cara menggunakannya dengan tepat dan aman yaitu sebagai berikut,
- Penggunaan obat batuk sebaiknya tetap mengikuti dosis dan aturan yang tercantum pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
- Jangan meningkatkan dosis hanya karena batuk belum segera mereda.
- Periksa kandungan obat sebelum mengonsumsi produk lain. Hal ini penting karena beberapa obat flu atau obat batuk dapat memiliki bahan aktif yang sama sehingga berisiko menyebabkan konsumsi berlebihan tanpa disadari.
- Hindari mencampurkan obat dengan alkohol atau menggunakannya untuk mendapatkan efek tertentu.
Dan terakhir, jika batuk tidak kunjung membaik atau muncul keluhan setelah mengonsumsi obat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Obat batuk memang dapat menimbulkan efek seperti perubahan kesadaran atau halusinasi jika disalahgunakan dalam jumlah berlebihan, tetapi bukan berarti obat batuk pada penggunaan normal dapat membuat seseorang mabuk.
Justru efek tersebut menunjukkan adanya risiko penyalahgunaan dan keracunan yang perlu diwaspadai.






