Kebiasaan malas menyikat gigi lalu mengandalkan obat kumur ternyata tidak bisa dijadikan pengganti sikat gigi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan penggunaan obat kumur berfungsi terbatas dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut.

Dia bilang membersihkan gigi membutuhkan proses mekanis untuk menghilangkan plak maupun sisa makanan yang menempel atau terselip di sela-sela gigi. Proses tersebut tidak dapat dilakukan secara optimal hanya dengan berkumur menggunakan cairan pembersih mulut.

“Banyak yang mengira berkumur saja sudah cukup untuk membersihkan mulut. Padahal, itu salah besar. Obat kumur tidak akan pernah bisa menggantikan sikat gigi,”

kata Budi dikutip dari Instagram @bgsadikin, Rabu, 23 September 2026.

Hanya Pelengkap

Ia menjelaskan obat kumur pada dasarnya digunakan sebagai bagian pelengkap dalam perawatan gigi dan mulut, terutama pada kondisi tertentu ketika seseorang tidak dapat menyikat gigi seperti biasa. Misalnya, setelah menjalani pencabutan gigi atau ketika terdapat luka pada gusi.

Karena itu penggunaan obat kumur setiap hari dengan tujuan menggantikan aktivitas menyikat gigi juga tidak dianjurkan. Penggunaan bahan aktif dalam obat kumur secara terus-menerus sebagai substitusi sikat gigi justru berpotensi menimbulkan masalah pada kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.

“Obat kumur diciptakan murni sebagai pelengkap perawatan gigi untuk kondisi-kondisi spesifik. Contohnya, saat kamu baru saja cabut gigi atau ada luka di gusi yang membuatmu tidak bisa menyikat gigi secara normal,”

ujar dia.

Budi mengimbau masyarakat tetap menjadikan menyikat gigi sebagai bagian utama dari rutinitas menjaga kesehatan mulut. Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi sejak dini.

“Mari perbaiki kebiasaan. Rutinlah sikat gigi dua kali sehari dan jangan lupa untuk pantau terus kesehatan gigi kalian. Segera periksakan gigimu secara berkala di Puskesmas dengan program #CekKesehatanGratis,”

tutup Budi.