Mungkin banyak masyarakat yang masih menganggap influenza sebagai flu biasa yang akan sembuh dengan sendirinya.
Padahal jika tidak ditangani dengan tepat setelah muncul gejala influenza, infeksi ini bisa berkembang lebih serius terutama untuk kelompok rentan seperti pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit penyerta atau orang yang punya lebih dari dua penyakit.
Karena itu, Dokter epidemiolog sekaligus peneliti dari Universitas Griffith, Australia dr. Dicky Budiman mengatakan penting untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat sekaligus mengenali tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis, bahkan sejak gejala muncul.
Lantas apa saja cara untuk mengatasi influenza? Berikut pembahasannya!
1. Istirahat dan Jangan Memaksakan Diri
Ketika tubuh mulai mengalami demam, batuk, nyeri badan atau kelelahan, langkah yang sebaiknya dilakukan adalah jangan memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa.
Dicky menyarankan orang yang sedang mengalami influenza untuk beristirahat dan menghindari sekolah, kantor, maupun tempat umum selama masih demam dan mengalami gejala.
Budaya tetap masuk kerja atau sekolah ketika sakit, ini justru yang mempercepat penularan komunitas,”
kata Dicky pada Owrite pada Minggu, 20 September 2026.
Selain membantu pemulihan, mengurangi aktivitas di luar rumah juga dapat menekan resiko menularkan virus kepada orang lain.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Saat mengalami influenza, perlu untuk memperhatikan kebutuhan cairan harian untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
Hal ini sangat penting, terutama pada anak-anak dan lansia, karena lebih rentan untuk mengalami kekurangan cairan.
Selain minum cukup, perhatikan juga konsumsi harian. Usahakan untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan tidur yang cukup agar proses pemulihannya lebih cepat.
3. Redakan Gejala dengan Obat yang Tepat
Demam dan nyeri tubuh akibat influenza dapat diredakan dengan konsumsi obat yang tepat. Dicky mengungkapkan gejala tersebut dapat diredakan dengan konsumsi parasetamol.
Namun, ia mengingatkan agar konsumsi parasetamol sesuai dengan aturan. Selain itu hindari penggunaan aspirin pada anak, karena beresiko menyebabkan sindrom reye atau pembekakan pada organ hati dan otak.
Jika ragu mengenai obat atau dosis yang tepat, sebaiknya langsung ditangani pusat kesehatan terdekat dan konsultasikan langsung dengan dokter atau tenaga kesehatan profesional.
4. Tetap Pakai Masker
Meski sedang beristirahat di rumah, orang yang terkena influenza sebaiknya tetap menggunakan masker selama dirumah, terutama ketika berada dekat dengan anggota keluarga lain.
Hal ini sangat penting, apalagi jika di rumah terdapat anak kecil, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta.
Karena virus influenza dapat menyebar melalui droplet atau percikan ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara.
Karena itu, penting untuk menjaga jarak sementara dari anggota keluarga, agar mengurangi risiko penularan.
5. Terapkan Etika Batuk dan Bersin
Selain memakai masker, masyarakat juga perlu untuk menerapkan etika batuk dan bersin agar percikan dari saluran pernapasan tidak mudah menyebar ke orang lain.
Dicky mengingatkan masyarakat untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam lengan saat batuk maupun bersin, bukan dengan telapak tangan.
Setelah itu, tisu yang sudah digunakan sebaiknya segera dibuang dan tangan dicuci menggunakan sabun dan air mengalir.
Kebiasaan sederhana lainnya adalah menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum bersih serta menjaga jarak dari orang lain ketika sedang sakit.
Etika batuk dan cuci tangan ini perlu dijaga terus, bukan saat sangat ramai saja,”
ungkapnya.
6. Perhatikan Tanda Bahaya
Tidak semua kasus influenza bisa ditangani hanya dengan istirahat di rumah. Dicky mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau bibir, wajah tampak kebiruan, serta demam tinggi berlangsung lebih dari tiga hari.
Pada anak-anak, tanda bahaya yang juga perlu diwaspadai antara lain tampak sangat lemas, tidak mau minum, mengalami kejang, atau terjadi penurunan kesadaran.
Jangan tunggu gejala memberat,”
ujarnya.
Hal ini sangat penting, terutama untuk kelompok rentan dan orang dengan penyakit penyerta seperti asma, penyakit jantung dan diabetes. Melalui pemeriksaan tersebut, nantinya dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus sesuai kondisi pasien.
7. Cegah Influenza Lewat Vaksin Rutin
Selain menangani gejala, pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi influenza. Dicky menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan.
Vaksin influenza memang tidak menjamin seseorang 100 persen terhindar dari infeksi. Namun, vaksin dapat membantu menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, dan kematian.
Dengan mengenali gejala dan tanda bahaya sejak awal, influenza dapat ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi. Karena itu, jangan memaksakan aktivitas saat sakit dan segera periksa jika kondisi tidak membaik atau justru semakin berat.
Terlebih bagi kelompok rentan, sangat penting penanganan lebih awal untuk menekan risiko penyakit berkembang menjadi lebih serius. Selain menjaga diri, langkah tersebut juga membantu mencegah influenza menular kepada orang di sekitar.






