Padahal, tubuh tidak selalu menunjukkan tanda ketika suatu penyakit mulai berkembang. Tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga beberapa jenis kanker dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum muncul keluhan yang lebih serius. Salah satu caranya adalah melalui skrining kesehatan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit atau faktor risiko tertentu pada orang yang belum tentu mengalami gejala.
Dengan begitu, seseorang dapat memperoleh penanganan atau melakukan perubahan gaya hidup sebelum masalah kesehatan berkembang lebih jauh.
Skrining Kesehatan
Melansir dari laman Alodokter (18 Juni 2026), skrining kesehatan merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk menemukan penyakit atau faktor risiko pada seseorang yang belum menunjukkan gejala tertentu.
Pemeriksaan yang diberikan dapat berbeda-beda berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, dan faktor risiko yang dimiliki.
Skrining tidak selalu berarti seseorang sedang sakit. Justru, pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini.
Selain itu, skrining dapat mencakup pemeriksaan kolesterol, kesehatan mata dan telinga, gigi, kesehatan jiwa, fungsi ginjal, hingga pemeriksaan tertentu untuk mendeteksi kanker.
Mengapa Penting?
Skrining kesehatan membantu menemukan masalah kesehatan ketika kondisinya masih dapat ditangani lebih awal. Deteksi dini juga memungkinkan seseorang mengetahui faktor risiko yang sebelumnya tidak disadari.
Hasil pemeriksaan kemudian dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika tidak ditemukan masalah, seseorang dapat memperoleh anjuran untuk mempertahankan pola hidup sehat.
Sementara itu, jika ditemukan kelainan, tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi, pemeriksaan lanjutan, pengobatan, atau rujukan sesuai kebutuhan.
Siapa yang Perlu?
Skrining kesehatan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia, bukan hanya orang lanjut usia atau mereka yang sudah memiliki keluhan. Jenis pemeriksaannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Orang dewasa, misalnya, dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, berat badan, serta faktor risiko penyakit tidak menular.
Sementara itu, kelompok lanjut usia membutuhkan pemantauan yang lebih berkaitan dengan penyakit degeneratif dan kondisi yang dapat memengaruhi fungsi tubuh.
Artinya, tidak ada satu jadwal skrining yang berlaku sama untuk semua orang. Jenis pemeriksaan dan frekuensinya perlu disesuaikan dengan usia serta faktor risiko.
Gratis atau Bayar?
Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, Puskesmas menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dapat digunakan.
Namun, perlu dibedakan antara Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah dan pemeriksaan kesehatan biasa atau pemeriksaan lanjutan.
Program CKG pemerintah memberikan pemeriksaan dengan biaya Rp0 atau gratis. Program ini ditujukan kepada masyarakat Indonesia dan dapat diakses meskipun seseorang bukan peserta BPJS Kesehatan. Pemeriksaan dilakukan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang ditunjuk.
Namun, tidak semua pemeriksaan kesehatan di Puskesmas otomatis gratis. Jika seseorang meminta pemeriksaan tertentu di luar cakupan program atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan yang tidak termasuk manfaat yang ditanggung, biaya berlaku sesuai ketentuan fasilitas kesehatan.
Cara Mendapatkan CKG
Masyarakat yang ingin mengikuti CKG dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Saat ini, pemeriksaan tidak harus menunggu tepat pada hari ulang tahun.
Masyarakat dapat memilih waktu pemeriksaan yang tersedia dan mengikuti CKG maksimal satu kali dalam setahun.
Cara pendaftarannya sebagai berikut:
1. Unduh dan buka aplikasi SATUSEHAT Mobile.
2. Pilih fitur Cek Kesehatan Gratis (CKG).
3. Lengkapi data diri dan lakukan skrining mandiri sesuai petunjuk.
4. Pilih Puskesmas serta jadwal pemeriksaan yang tersedia.
5. Dapatkan tiket pemeriksaan setelah proses pendaftaran selesai.
6. Datang ke Puskesmas sesuai jadwal dengan membawa identitas yang diperlukan.
7. Ikuti pemeriksaan sesuai paket berdasarkan usia dan kondisi kesehatan.
8. Terima hasil pemeriksaan dan ikuti anjuran tenaga kesehatan jika ditemukan faktor risiko atau masalah kesehatan.
Opsi Pendaftaran Lain
Bagi masyarakat yang mengalami kendala menggunakan aplikasi, pendaftaran juga dapat dilakukan melalui WhatsApp Chatbot resmi Kementerian Kesehatan atau dengan datang langsung ke Puskesmas dan membawa identitas diri.
Informasi resmi Kemenkes juga menyebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui situs CKG dengan mengisi data diri dan formulir skrining kesehatan.
Jadi, tidak perlu menunggu tubuh memberikan keluhan untuk mulai memperhatikan kesehatan. Jika tersedia kesempatan untuk melakukan skrining, termasuk melalui program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas, manfaatkan pemeriksaan tersebut sesuai kelompok usia dan kebutuhan kesehatan.






