Perubahan cuaca di musim pancaroba berpotensi meningkatkan masalah kesehatan. Pasalnya tubuh harus beradaptasi saat cuaca panas ekstrem dan hujan yang datang tiba-tiba.
Salah satu penyakit yang rentan dialami saat musim pancaroba adalah diare. Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH. menjelaskan saat musim pancaroba menyebabkan kekeringan sulit air dan terkadang hujan sedikit dan akhirnya menyisakan genangan air.
Nah, ini punya risiko, kalau bicara sulit air berarti sulit air bersih. Ya, ini bicara ke penyakit yang kaitannya ditularkan karena ketiadaan air bersih yang artinya foodborne disease, antara lain atau diare misalnya, itu menjadi risiko,”
ujar dr. Dicky kepada Owrite Selasa 06 Oktober 2026.
Masalah Saluran Napas
Selain itu, saat musim kemarau juga menimbulkan banyak polusi yang akan menyebabkan masalah saluran napas.
Yang ini kaitan dengan polutan, debu, mungkin pembangunan banyak di kota-kota itu debu di mana-mana, ini yang bisa membuat orang yang punya asma, punya penyakit paru obstruktif kronis, ini bisa memburuk atau mendapat serangan,”
tuturnya.
Di sisi lain, lanjut Dicky, saat hujan datang muncul genangan air yang berpotensi membuat nyamuk berkembang biak dan berpotensi menyebabkan penyakit demam berdarah.
Itu yang menjadi risiko, dan tentunya di masa pancaroba ini, antara lain juga adalah pola musiman dari influenza atau penyakit infeksi saluran pernapasan atas, yang ini bukan hanya influenza tapi batuk pileknya,”
tuturnya.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan seperti memakai masker dan mencuci tangan.






