Apoteker itu harus bisa menjadi penjaga batasan bahwa ini pengobatan harus tetap rasional,”
kata Karuma dalam kegiatan Pojok Sehat HJ55 di Apotek Roxy Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Karuma, peran tersebut semakin penting karena masyarakat kerap memilih swamedikasi (mengobati diri sendiri tanpa datang ke dokter) saat mengalami keluhan kesehatan.
Nah, apoteker dapat membantu melakukan verifikasi dan validasi sebelum masyarakat membeli dan menggunakan obat.
Perannya sebagai penjaga gerbang rasionalitas pengobatan khususnya dalam hal swamedikasi,”
ujarnya.
Rekomendasi Obat
Karuma menjelaskan banyak masyarakat yang kini mulai menggunakan AI untuk mendiagnosis dan meminta rekomendasi obat untuk keluhan mereka.
Namun, ia mengingatkan bahwa informasi yang diperoleh dari AI maupun mesin pencari tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menentukan diagnosis maupun pengobatan.
Karena itu, masyarakat tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan keluhan yang dialami dan penggunaan obat sesuai dengan kondisi masing-masing.
Peran jadi semakin krusial ketika masyarakat mengalami penyakit yang membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang, dan penggunaan obat tanpa pemahaman yang tepat berisiko membuat pengobatan tidak berjalan sesuai kebutuhan.
Jadi, AI memang bisa menjadi salah satu sarana awal bagi masyarakat untuk mencari informasi kesehatan.
Namun, ketika informasi tersebut mulai mengarah pada keputusan untuk mengonsumsi obat, apoteker tetap memiliki peran penting untuk memastikan pengobatan dilakukan secara rasional dan tepat.