Apakah Boleh Menahan Kencing?
Melansir dari laman Hello Sehat pada 23 November 2020, menahan kencing sesekali umumnya tidak langsung menimbulkan masalah kesehatan pada orang yang sehat. Misalnya, ketika sedang dalam perjalanan atau tidak menemukan toilet terdekat.
Namun, kebiasaan menunda buang air kecil terlalu lama dan berulang kali sebaiknya dihindari. Menurut Nazia Bandukwala, D.O., ahli urologi dari Piedmont Hospital, buang air kecil setiap sekitar tiga jam dapat menjadi panduan untuk menjaga kebiasaan berkemih yang teratur.
Meski begitu, frekuensi buang air kecil setiap orang dapat berbeda, bergantung pada jumlah cairan yang diminum dan kondisi kesehatannya. Karena itu, jangan mengabaikan keinginan buang air kecil secara terus-menerus.
Risiko jika Terlalu Sering
Kebiasaan menahan kencing dalam waktu lama dapat mengganggu fungsi kandung kemih dan meningkatkan risiko masalah pada saluran kemih. Berikut beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK).
Dalam kondisi tertentu, urine yang tertahan dan pengosongan kandung kemih yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Gejalanya dapat berupa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, sering ingin kencing, serta urine yang tampak keruh.
2. Gangguan Pengosongan Kandung Kemih.
Seseorang dapat mengalami kesulitan mengosongkan kandung kemih atau justru mengalami kebocoran urine. Namun, gangguan ini tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan menahan kencing saja.
3. Nyeri pada Perut Bagian Bawah
Ketika kandung kemih semakin penuh, tekanan di dalamnya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Biasanya, rasa tidak nyaman tersebut berkurang setelah buang air kecil. Namun, jika nyeri menetap atau disertai kesulitan mengeluarkan urine, kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter.
4. Risiko Gangguan Ginjal pada Kondisi Tertentu
Jika berlangsung lama dan tidak ditangani, kondisi tersebut dapat merusak ginjal. Oleh karena itu, kesulitan buang air kecil atau sensasi kandung kemih yang terus penuh tidak boleh diabaikan.
Kasus ISK di Indonesia
Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) di Indonesia diperkirakan mencapai 90–100 kasus per 100.000 penduduk setiap tahun.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan saluran kemih, termasuk membiasakan diri buang air kecil secara teratur dan tidak menahannya terlalu lama.
Infeksi saluran kemih (ISK) juga lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Hal ini dipengaruhi oleh anatomi tubuh perempuan, terutama uretra yang lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
Cara Mencegah Dampak
Untuk menjaga kesehatan kandung kemih, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan:
· Jangan menunda buang air kecil terlalu lama. Segera gunakan toilet ketika muncul keinginan untuk berkemih.
· Minum air sesuai kebutuhan tubuh. Hindari sengaja mengurangi asupan cairan secara berlebihan hanya agar tidak perlu ke toilet.
· Biasakan buang air kecil secara teratur. Sesuaikan frekuensinya dengan kebutuhan tubuh dan jangan memaksakan diri menahan urine.
· Perhatikan gejala yang muncul. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami nyeri saat kencing, urine berdarah, sulit berkemih, atau sensasi kandung kemih tidak kunjung kosong.
Menahan kencing sesekali biasanya bukan masalah besar. Namun, menjadikannya kebiasaan, terutama ketika tubuh sudah memberi sinyal untuk buang air kecil, sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan kandung kemih dan saluran kemih.