Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Kasus Antraks Ditemukan di Gunungkidul, Kambing Mati yang Dibagikan ke Warga Diperiksa

Kasus ini menjadi pengingat bahwa hewan ternak yang sakit atau mati mendadak tidak boleh langsung disembelih maupun dikonsumsi.

Ilustrasi Antraks
Ilustrasi Antraks (Gambar ilustrasi dibuat oleh AI)

Kasus antraks kembali menjadi perhatian di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia ini perlu diwaspadai, terutama ketika warga melakukan kontak langsung dengan hewan ternak yang sakit atau mati mendadak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan adanya laporan kasus antraks di wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada Owrite, kasus dilaporkan terjadi di Kecamatan Semanu dan Kecamatan Paliyan.

Benar sudah ada laporan terkait kasus antraks di Gunungkidul yg merupakan daerah endemis antraks dari selama 2026 sudah ada dua kecamatan yang terjadi kasus antraks baik di hewan maupun manusia di Kecamatan Semanu dan Kecamatan Paliyan,”

ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Senin, 12 Oktoberfest 2026.

Aji menyampaikan, laporan tersebut diterima melalui sistem informasi yang mengintegrasikan data penyakit pada hewan dan manusia. 

Iklan

Informasi mengenai hewan yang terjangkit antraks diperoleh melalui iSIKHNAS, sedangkan laporan kasus pada manusia berasal dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Apakah Boleh Menahan Kencing Terlalu Lama? Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah Warga Mengalami Gejala Antraks

Menurut Aji, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat tujuh orang yang mengalami gejala di wilayah Semanu.

Sementara itu, di Kecamatan Paliyan dilaporkan satu kasus positif antraks pada manusia berdasarkan pemeriksaan laboratorium, serta dua orang lainnya yang mengalami gejala.

Ia menjelaskan, kasus tersebut berkaitan dengan penyakit atau kematian hewan ternak di wilayah setempat. Paparan diduga bermula pada Agustus, ketika kambing milik warga mati dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat melalui tradisi brandu.

Tradisi brandu merupakan praktik membagikan atau menjual daging ternak yang mati kepada warga. Namun, jika hewan tersebut mati akibat penyakit antraks, penanganan dan konsumsi dagingnya dapat menimbulkan risiko penularan.

Hingga kini, warga yang diduga terpapar masih menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisi mereka.

Ada pemeriksaan laboratorium menggunakan metode PCR dan Kultur,”

ucapnya.

Siapa yang Berisiko Tertular Antraks?

Aji menjelaskan, risiko penularan lebih besar pada orang yang melakukan kontak langsung dengan daging atau bagian tubuh hewan yang diduga terinfeksi antraks. Kelompok tersebut antara lain orang yang menyembelih, membagikan, atau mengolah daging.

Penularan dapat terjadi ketika bakteri penyebab antraks masuk ke tubuh melalui luka pada kulit, tertelan bersama makanan yang terkontaminasi, atau terhirup dalam kondisi tertentu.

Karena itu, masyarakat tidak disarankan menyembelih, mengolah, membagikan, atau mengonsumsi hewan yang sakit maupun mati mendadak tanpa pemeriksaan dari petugas kesehatan hewan.

Aji juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi daging dari hewan yang diduga terjangkit antraks.

Untuk daging yang sudah diolah dengan matang relatif aman dari penularan karena bakteri sudah mati karena pemanasan 100 derajat celsius tetapi untuk antisipasi tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan dari daging/hewan yang diduga antraks,”

tandasnya.

Meski demikian, masyarakat tidak boleh mengandalkan proses memasak untuk membuat daging dari hewan yang diduga terinfeksi menjadi aman. Penanganan hewan dan daging yang terkontaminasi harus mengikuti prosedur kesehatan hewan dan keamanan pangan.

Jika mengalami gejala atau merasa pernah berkontak dengan hewan yang diduga terinfeksi, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan dan sampaikan riwayat kontak tersebut kepada petugas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa hewan ternak yang sakit atau mati mendadak tidak boleh langsung disembelih maupun dikonsumsi. 

Melaporkan kejadian kepada petugas kesehatan hewan merupakan langkah penting untuk mencegah risiko penularan antraks kepada masyarakat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar