Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Hobi Makan Cimol saat Kerja? Menkes Budi Ingatkan Bahaya Buat Kesehatan

Budi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, termasuk tekanan darah yang dapat meningkat tanpa disadari.

Cimol keju buatan rumah.
Cimol keju buatan rumah. (Tangkapan layar Youtube Devina Hermawan)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti kebiasaan mengonsumsi cimol sebagai camilan sehari-hari.

Ia mengingatkan, jajanan berbahan dasar tepung tapioka yang digoreng dengan metode deep frying tersebut dapat menyumbang kalori dan lemak, tetapi relatif minim protein, serat, vitamin, serta mineral.

Isinya itu nol putul gizinya. Bahan utamanya murni dari tepung tapioka yang merupakan karbohidrat, terus digoreng deep fry jadi otomatis nyerep banyak minyak,”

kata Budi yang dikutip dari akun Instagram @bgsadikin, Selasa, 13 Oktober 2026.

Budi menjelaskan, kombinasi tepung tapioka dan proses penggorengan membuat cimol menjadi jajanan padat kalori.

Iklan

Jumlah kalori yang dikonsumsi dapat berbeda-beda, bergantung pada porsi, minyak yang terserap, serta bahan tambahan yang digunakan.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Beras Kencur Bukan Cuma untuk Anak, Ternyata Ini 4 Potensi Manfaatnya bagi Orang Dewasa

Selain itu, Budi menyoroti penggunaan bumbu bubuk yang dapat menambah asupan natrium. Menurutnya, rasa kenyang setelah mengonsumsi cimol tidak serta-merta menunjukkan bahwa tubuh telah memperoleh zat gizi yang cukup.

Jajanan yang sangat padat kalori. Ditambah lagi taburan bumbu bubuk di atasnya yang jadi sumber utama penumpukan natrium. Kenyang sih iya, tapi tubuhmu benar-benar nggak dapat nutrisi apa-apa yang berarti,”

ujarnya.

Cimol Boleh Dimakan, tetapi Jangan Jadi Menu Harian

Budi mengingatkan, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori tanpa diimbangi pola makan bergizi seimbang dapat menyebabkan asupan energi berlebihan.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Konsumsi natrium berlebihan dari berbagai sumber makanan juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat membatasi konsumsi natrium serta memperhatikan asupan gula dan lemak dalam pola makan sehari-hari.

Meski demikian, Budi tidak meminta masyarakat sepenuhnya menghindari cimol. Ia menyebut jajanan tersebut tetap boleh dikonsumsi sesekali, tetapi sebaiknya tidak dijadikan menu harian, terutama saat sibuk bekerja.

Kalau mau makan buat selingan seminggu sekali silakan, tapi tolong bukan buat menu harian pas lagi pusing kerja. Yuk, lebih peduli dengan tubuhmu!,”

kata Budi.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat memilih camilan yang memberikan zat gizi lebih beragam, seperti buah, telur rebus, atau kacang-kacangan dengan tambahan garam yang terbatas.

Pilihan camilan tersebut dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Budi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, termasuk tekanan darah yang dapat meningkat tanpa disadari.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas terdekat untuk memantau kondisi kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan tekanan darah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar