Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Jangan Anggap Batuk Biasa! Epidomiologo Ungkap Tanda Bahaya Sesak Napas akibat Asap Karhutla

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu mewaspadai gejala sesak napas, mulai dari napas cepat, batuk berkepanjangan, hingga napas berbunyi mengi.

Sejumlah pengendara motor melintasi Bundaran Burung saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Sejumlah pengendara motor melintasi Bundaran Burung saat kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.)

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu mewaspadai gejala sesak napas, mulai dari napas cepat, batuk berkepanjangan, hingga napas berbunyi mengi.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan, terlebih jika sesak muncul saat beristirahat atau disertai gejala lain yang mengindikasikan kegawatan medis.

Dicky menjelaskan sesak napas yang muncul saat terpapar kabut asap perlu diperhatikan, terutama jika disertai napas cepat, napas berbunyi mengi, atau kesulitan bernapas meskipun sedang beristirahat.

Iklan

Selain gangguan pernapasan, nyeri atau rasa tertekan di dada, jantung berdebar tidak wajar, pusing hebat, hingga pingsan juga menjadi tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan medis segera,”

ujar Dicky kepada Owrite Rabu 14 Oktober 2026.

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah batuk terus-menerus yang semakin berat, batuk berdarah, dan demam tinggi.

Jika bibir atau ujung jari berubah menjadi kebiruan, kondisi tersebut dapat menandakan kekurangan oksigen dan membutuhkan pertolongan darurat.

Pada penderita asma atau PPOK, masyarakat juga perlu waspada apabila sesak napas tidak membaik setelah menggunakan obat yang biasa diresepkan dokter. Jangan menunda mencari pertolongan hanya karena gejala dianggap sebagai dampak sementara dari kabut asap,”

tambahnya.

Anak dan Lansia Rentan

Anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus ketika kualitas udara memburuk akibat karhutla.

Pada anak, tanda bahaya gangguan pernapasan dapat terlihat dari tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas. Orang tua juga perlu mewaspadai anak yang kesulitan minum, tampak sangat lemas, atau terus mengantuk dan sulit dibangunkan.

Paparan asap yang berulang juga berpotensi memengaruhi pertumbuhan paru anak. Dicky Budiman mengingatkan bahwa dampak kesehatan tidak hanya muncul dalam jangka pendek, tetapi juga dapat meningkatkan beban penyakit kronis di wilayah yang berulang kali mengalami paparan asap.

Orang tua sebaiknya tidak menunggu sampai kondisi anak memburuk untuk mencari pertolongan medis, terutama jika sudah terlihat tanda kesulitan bernapas,”

ucapnya.

Segera Dibawa ke Dokter?

Masyarakat perlu segera menuju instalasi gawat darurat (IGD) jika mengalami sesak napas berat, kesulitan bernapas saat istirahat, nyeri dada, bibir membiru, atau penurunan kesadaran.

Jika gejala muncul mendadak atau memburuk dengan cepat, segera hubungi layanan darurat medis.

Sambil menunggu pertolongan, hentikan aktivitas dan bantu penderita mengambil posisi duduk tegak yang nyaman. Jika memiliki obat darurat yang diresepkan dokter, gunakan sesuai petunjuk.

Hindari memaksakan makanan atau minuman kepada orang yang mengalami kesulitan bernapas berat atau penurunan kesadaran.

Untuk mengurangi paparan asap karhutla, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menghindari olahraga berat di luar rumah, serta menggunakan masker respirator seperti N95 jika harus beraktivitas di luar. Tutup pintu dan jendela saat asap masuk ke lingkungan rumah, serta pantau informasi kualitas udara dan arahan otoritas setempat,”

bebernya.

Jika batuk atau iritasi saluran pernapasan menetap setelah terpapar asap, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Jangan menunggu hingga sesak napas menjadi berat untuk mendapatkan pemeriksaan.

Iklan