Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Betis Tiba-Tiba Kram? Jangan Panik, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Kram betis bisa menyerang secara tiba-tiba, bahkan ketika seseorang sedang tertidur pulas. Rasa nyeri yang muncul sering kali cukup intens hingga membuat kaki sulit digerakkan.

Ilustrasi kram betis
Ilustrasi kram betis (Foto: Unsplash/drobotdean)

Kram betis bisa menyerang secara tiba-tiba, bahkan ketika seseorang sedang tertidur pulas. Rasa nyeri yang muncul sering kali cukup intens hingga membuat kaki sulit digerakkan.

Kondisi ini terjadi ketika otot berkontraksi tanpa disengaja dan tidak segera kembali rileks.

Kram otot umumnya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Meski biasanya tidak berbahaya, penanganan yang kurang tepat dapat membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.

Iklan

Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan ketika kram betis menyerang? Melansir dari laman Alodokter pada 25 Maret 2025, simak penjelasan berikut.

Cara Mengatasi Kram

Meski kram bisa terjadi hanya beberapa detik atau menit saja, jika tidak diberikan penanganan yang tepat maka rasa pegalnya bisa terasa lama. Maka itu, berikut cara mengatasi kram pada betis.

1.   Regangkan Otot Perlahan

Saat kram menyerang, segera hentikan aktivitas yang sedang dilakukan. Untuk meredakan kram betis, luruskan kaki secara perlahan, kemudian tarik ujung telapak kaki ke arah tubuh. Gerakan ini membantu meregangkan otot betis yang sedang menegang.

2.   Berdiri Pelan

Jika memungkinkan, berdirilah dengan hati-hati dan tumpukan berat badan pada kaki yang mengalami kram. Pastikan tubuh tetap seimbang agar tidak terjatuh.

3.   Pijat Lembut Bagian Kram

Gunakan tangan untuk memijat bagian betis secara perlahan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Hindari memijat terlalu keras, terutama jika area betis masih terasa sangat nyeri. Apabila terdapat pembengkakan, kemerahan, atau rasa panas yang tidak biasa, sebaiknya jangan dipijat sebelum penyebabnya diketahui.

4.   Gunakan Kompres Hangat atau Dingin

Kompres hangat dapat membantu merilekskan otot yang masih terasa tegang. Caranya, tempelkan handuk hangat pada bagian betis atau mandi menggunakan air hangat. Sementara itu, jika kram sudah mereda tetapi meninggalkan rasa pegal, kompres dingin juga dapat membantu mengurangi nyeri. Gunakan es yang dibungkus kain agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit.

5.   Minum Air Putih

Kram betis juga dapat berkaitan dengan dehidrasi, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat yang menghasilkan banyak keringat. Oleh karena itu, minumlah air putih secara bertahap. Jika kram muncul setelah aktivitas fisik yang intens dalam cuaca panas, minuman yang mengandung elektrolit dapat membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang.

6.   Jangan Langsung Melanjutkan Aktivitas Berat

Ketika rasa kram mulai menghilang, bukan berarti otot langsung pulih sepenuhnya. Menurut National Health Service (NHS) Inggris, kram kaki dapat berlangsung selama beberapa detik hingga 10 menit. Setelahnya, otot yang terdampak masih mungkin terasa nyeri hingga 24 jam.

Upaya Mencegah Kram Betis

Kram betis yang muncul pada malam hari dikenal sebagai nocturnal leg cramps. Kondisi ini dapat membuat seseorang terbangun secara tiba-tiba akibat kontraksi otot yang menyakitkan.

Beberapa kebiasaan yang dapat membantu mencegah kram malam hari antara lain melakukan peregangan otot betis sebelum tidur, mencukupi kebutuhan cairan, serta berolahraga ringan menggunakan sepeda statis selama beberapa menit.

Selain itu, hindari penggunaan selimut atau seprai yang terlalu ketat pada bagian ujung kaki agar posisi telapak kaki tidak tertekan selama tidur.

Dengan pertolongan pertama yang tepat, sebagian besar kram betis dapat ditangani secara mandiri. Namun, jika keluhan semakin sering muncul atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Iklan