Dugaan pencemaran air yang berkaitan dengan lonjakan kasus muntaber di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, memunculkan kekhawatiran terhadap higienitas air.
Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan hasil pemeriksaan sampel yang menunjukkan keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air rumah warga perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap sumber air dan jaringan distribusi.
“E. coli itu indikator kontaminasi tinja. Berasal dari feses atau kotoran. Keberadaannya dalam air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga menunjukkan ada masalah sanitasi yang harus segera ditangani,”
kata Dicky dalam keterangan yang diterima Owrite.id, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia juga menyoroti informasi mengenai sumber air baku yang diduga berasal dari danau bekas galian pasir dengan kondisi keruh kehijauan dan dipenuhi sampah. Kelayakan sumber air perlu dievaluasi, terlebih jika diduga menerima aliran buangan dari luar kawasan perumahan.






