Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Muntaber Serpong Lagoon: Diare Sembuh, Awas Komplikasi Ginjal Mengintai Anak!

Anak-anak yang telah mengalami infeksi perlu dipantau sesuai kondisi klinis untuk mendeteksi komplikasi yang mungkin muncul.

Ilustrasi dokter memeriksa kondisi balita.
Ilustrasi dokter memeriksa kondisi balita. (Pixabay/Tungart7)

Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan warga yang terdampak muntaber di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, mewaspadai komplikasi kesehatan, terutama diare pada anak.

Diare yang berkaitan dengan infeksi bakteri tertentu dapat memicu komplikasi serius. Salah satunya sindrom hemolitik uremik atau hemolytic uremic syndrome (HUS), yang dapat menyebabkan gangguan ginjal.

“Komplikasi tersebut dapat terjadi pada infeksi bakteri E. coli penghasil toksin Shiga. Gejala dapat muncul biasanya 5 sampai 10 hari setelah diare, termasuk ketika keluhan awal mulai membaik. Jadi waspadai itu,”

kata Dicky, dikutip pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Gercep

Ia meminta orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya, seperti jumlah urine berkurang, tubuh pucat, mudah memar, pembengkakan, atau tinja berdarah. Pemantauan pasien tidak boleh berhenti hanya karena frekuensi diare berkurang.

Iklan

Anak-anak yang telah mengalami infeksi perlu dipantau sesuai kondisi klinis untuk mendeteksi komplikasi yang mungkin muncul setelah gejala awal mereda.

“Selain risiko gangguan ginjal, diare juga dapat menyebabkan dehidrasi berulang. Pada anak, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu pemulihan, asupan nutrisi, dan pertumbuhan jika berlangsung berulang atau berkepanjangan,”

tutur Dicky.

Bersihkan Sumber

Dicky juga mengingatkan kemungkinan penularan lanjutan di lingkungan rumah apabila sumber kontaminasi belum ditangani. Maka upaya pengendalian tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga harus memastikan air yang digunakan warga aman.

Dicky juga meminta warga untuk tidak menggunakan air yang diduga tercemar untuk minum, memasak, atau menyikat gigi sampai dinyatakan aman oleh otoritas kesehatan. Pemerintah juga perlu memastikan sumber air dan jaringan distribusi dibersihkan serta didisinfeksi secara benar.

“Kewaspadaan terhadap komplikasi harus berjalan bersamaan dengan penyelidikan sumber penularan. Dengan begitu, penanganan tidak hanya berfokus pada pasien yang sudah sakit, tetapi juga mencegah pertambahan kasus baru di lingkungan perumahan,”

ucap dia.

Iklan