Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Kram Perut Jangan Dianggap Sepele, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Kram perut sering muncul tiba-tiba, mulai dari rasa melilit, tertarik, hingga nyeri yang membuat seseorang sulit beraktivitas.

Sakit perut
Sakit perut (Foto: Magnific/katemangostar)

Kram perut sering muncul tiba-tiba, mulai dari rasa melilit, tertarik, hingga nyeri yang membuat seseorang sulit beraktivitas.

Meski kerap dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa, kondisi ini ternyata bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penumpukan gas, menstruasi, hingga masalah kesehatan tertentu.

Kram perut bukanlah penyakit tersendiri, melainkan gejala yang dapat muncul akibat kontraksi otot atau gangguan pada organ di dalam rongga perut.

Iklan

Oleh karena itu, penting untuk mengenali karakteristik nyeri sebelum menentukan cara mengatasinya.

Ciri-Ciri Kram Perut

Dilansir dari laman Alodokter 25 Juni 2025, kram perut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tergantung penyebab dan lokasi nyerinya. Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Perut terasa melilit, diremas, atau tertarik.
  • Nyeri muncul secara tiba-tiba atau hilang timbul.
  • Perut terasa kembung dan penuh.
  • Muncul rasa tidak nyaman saat bergerak.
  • Terkadang disertai mual, diare, atau sembelit.

Kram akibat menstruasi umumnya terasa di bagian bawah perut dan dapat menjalar hingga punggung bawah atau paha. Sementara itu, kram akibat gangguan pencernaan sering disertai perubahan pola buang air besar.

Penyebab Kram Perut

Menurut National Health Service (NHS), nyeri dan kram perut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi, seperti sembelit, sindrom iritasi usus besar atau Irritable Bowel Syndrome (IBS), infeksi saluran kemih, hingga gangguan menstruasi.

Pada penderita IBS, misalnya, kram biasanya disertai perut kembung, diare, atau sembelit. Rasa sakit juga dapat berkurang setelah buang air besar.

Sementara itu, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa lebih dari separuh perempuan yang mengalami menstruasi merasakan nyeri selama satu hingga dua hari setiap bulannya.

Kondisi tersebut berkaitan dengan prostaglandin, yaitu senyawa alami yang memicu kontraksi rahim sehingga menimbulkan kram.

Mengatasi Kram Perut

Penanganan kram perut perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk keluhan ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

1.  Kompres menggunakan air hangat

Tempelkan botol berisi air hangat yang telah dibungkus kain pada bagian perut. Cara ini terutama dapat membantu meredakan kram menstruasi.

2.  Cukupi kebutuhan cairan

Minum air putih secara teratur, terutama apabila kram disertai diare. Hal ini penting untuk membantu mencegah dehidrasi.

3.  Lakukan aktivitas fisik ringan

Berjalan santai atau melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat kram menstruasi. Hindari memaksakan aktivitas apabila nyeri semakin berat.

4.  Perhatikan pola makan

Apabila kram berkaitan dengan gangguan pencernaan, kenali makanan yang memicu keluhan. Hindari sementara makanan yang terbukti memperparah rasa kembung atau sakit perut.

5.   Gunakan obat sesuai penyebabnya

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi kram menstruasi karena bekerja menghambat produksi prostaglandin.

Namun, obat ini tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki riwayat tukak lambung atau gangguan kesehatan tertentu.

Jika kram terus berulang, semakin sering muncul, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Sebab, tidak semua sakit perut dapat diatasi hanya dengan kompres hangat atau obat pereda nyeri.

Iklan