Kematian peserta ITB Ultra Marathon 2026 menjadi pengingat akan risiko kesehatan yang dapat terjadi saat mengikuti perlombaan lari.
Epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan, pelari berusia muda pun dapat memiliki kelainan jantung tanpa gejala, sehingga pemeriksaan kesehatan sebelum berolahraga penting dilakukan.
Dicky mengatakan, salah satu penyebab umum kematian pelari saat mengikuti perlombaan adalah henti jantung mendadak.
Iklan
Namun, penyebab pasti kematian peserta ITB Ultra Marathon 2026 belum dapat disimpulkan tanpa hasil pemeriksaan medis resmi.
Penyebab umum kematian sebetulnya pelari saat lomba seperti ini adalah henti jantung mendadak, ya, sudden cardiac arrest, ya,”
Ia menjelaskan, faktor pemicu henti jantung dapat berbeda berdasarkan usia. Pada pelari berusia di atas 35 tahun, salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah penyakit jantung koroner.
Ini adalah penyebab terbanyak dan pemicunya bisa penyakit jantung koroner pada usia di atas 35 tahun,”
ujarnya.
Sementara itu, pelari berusia lebih muda juga dapat menghadapi risiko akibat kelainan jantung yang sebelumnya tidak terdeteksi.
Pada pelari yang lebih muda, penyebabnya sering kelainan yang tidak bergejala, misalnya kardiomiopati, kelainan irama jantung, atau kelainan bawaan pembuluh koroner,”
jelas Dicky.
Karena itu, ia menyarankan pelari menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti perlombaan, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung maupun kematian mendadak.
Apalagi kalau punya risiko, faktor risiko hipertensi, diabetes, kolesterol, riwayat keluarga sakit jantung atau meninggal mendadak, ya, ya sebaiknya periksa ke dokter dan jangan memaksakan diri,”
tuturnya.
Dicky menegaskan, penjelasan mengenai penyebab umum kematian pelari tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian dalam kasus tertentu.
Kepastian penyebab kematian peserta ITB Ultra Marathon 2026 tetap memerlukan hasil pemeriksaan medis yang berwenang.