Dikaitkan dengan Rematik
Anggapan tersebut kemungkinan berkaitan dengan keluhan nyeri atau kekakuan sendi yang dialami sebagian orang ketika terpapar suhu dingin.
Rematik sendiri merupakan istilah umum untuk berbagai gangguan yang menyerang sendi dan jaringan di sekitarnya.
Salah satunya adalah rheumatoid arthritis, yakni penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi.
Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), rheumatoid arthritis dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, lingkungan, dan respons sistem kekebalan tubuh.
Mandi malam bukan termasuk penyebab langsung penyakit tersebut.
Apakah Aman?
Mandi malam pada dasarnya aman dilakukan selama kondisi tubuh memungkinkan dan suhu air disesuaikan dengan kenyamanan.
Bagi seseorang yang mudah merasa kaku atau nyeri ketika terkena air dingin, penggunaan air hangat dapat menjadi pilihan.
Air hangat juga dapat membantu meredakan kekakuan otot dan sendi untuk sementara waktu. Meski begitu, manfaat tersebut tidak berarti mandi air hangat dapat menyembuhkan penyakit rematik.
Tidak ada pula batasan jam tertentu yang secara medis membuat aktivitas mandi otomatis menjadi penyebab gangguan persendian.
Kenali Gejala Rematik
Daripada menghindari mandi malam, masyarakat sebaiknya lebih memperhatikan gejala gangguan sendi yang mungkin muncul.
Beberapa gejala rheumatoid arthritis yang perlu diwaspadai meliputi:
- Nyeri dan pembengkakan pada persendian.
- Sendi terasa kaku, terutama setelah bangun tidur.
- Persendian terasa hangat ketika disentuh.
- Tubuh mudah lelah.
- Keluhan terjadi pada beberapa sendi, termasuk kedua sisi tubuh.
Apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Sebab, mandi malam bukanlah kebiasaan yang terbukti menyebabkan rematik. Rasa nyeri yang muncul setelah terkena air dingin juga tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang mengalami penyakit tersebut.