Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Benarkah Sering Lelah Tanda Tipes? Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Badan terasa lemas, kepala pusing, dan suhu tubuh mulai meningkat sering dianggap sebagai tanda kelelahan setelah beraktivitas seharian.

Iluntrasi saat seseorang dirawat (Foto: Unsplash/Alexander Grey)

Badan terasa lemas, kepala pusing, dan suhu tubuh mulai meningkat sering dianggap sebagai tanda kelelahan setelah beraktivitas seharian.

Namun, jika keluhan tersebut disertai demam berkepanjangan dan gangguan pencernaan, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan penyakit tifus atau tipes.

Tipes merupakan penyakit infeksi akibat bakteri Salmonella Typhi yang umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Iklan

Menurut World Health Organization (WHO), penyakit ini diperkirakan menyebabkan sekitar 9 juta kasus dan 110.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun berdasarkan estimasi 2019. Data tersebut menunjukkan bahwa tipes bukan sekadar kondisi tubuh yang kelelahan dan tidak boleh disepelekan.

Badan Lemas

Rasa lelah setelah bekerja, belajar, atau kurang tidur merupakan kondisi yang umum terjadi. Namun, kelelahan yang muncul bersama demam berkepanjangan bisa menjadi salah satu tanda infeksi, termasuk tipes.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala tipes dapat berupa demam, tubuh lemas, sakit kepala, sakit perut, kehilangan nafsu makan, serta sembelit atau diare. Gejala tersebut dapat muncul secara bertahap sehingga terkadang disalahartikan sebagai kelelahan biasa.

Perbedaannya, kelelahan akibat aktivitas umumnya membaik setelah beristirahat. Sementara itu, tipes merupakan infeksi bakteri yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Demam Beberapa Hari

Demam menjadi salah satu gejala utama tipes. Suhu tubuh dapat meningkat secara bertahap dan mencapai 39–40 derajat Celsius. Demam akibat tipes juga dapat berlangsung lebih dari tiga hari.

Meski demikian, pola demam setiap orang tidak selalu sama. Demam yang naik turun bukan berarti seseorang pasti terkena tipes karena gejala serupa juga dapat ditemukan pada penyakit infeksi lainnya.

Jika demam terus berlanjut, terutama disertai tubuh sangat lemas atau keluhan pencernaan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan hanya mengandalkan istirahat atau obat penurun panas untuk memastikan penyebabnya.

Kenali Gejala Tipes

Selain demam dan kelelahan, terdapat beberapa gejala yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Sakit kepala: kepala terasa nyeri atau tidak nyaman saat beraktivitas.
  • Nafsu makan menurun: tubuh terasa lemas karena asupan makanan berkurang.
  • Sakit perut: muncul rasa tidak nyaman atau nyeri pada bagian perut.
  • Gangguan pencernaan: dapat berupa sembelit maupun diare.
  • Mual dan muntah: sebagian penderita mengalami gangguan pencernaan yang mengganggu aktivitas.
  • Batuk kering: keluhan ini juga dapat muncul pada sebagian penderita.

Tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut. Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, diagnosis tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan keluhan yang dirasakan.

Bukan Disebabkan Kelelahan

Kurang tidur dan aktivitas berlebihan memang dapat membuat tubuh terasa lelah. Namun, penyebab utama tipes adalah infeksi bakteri Salmonella Typhi, bukan kelelahan itu sendiri.

WHO menjelaskan bahwa penularan tipes berkaitan dengan konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri. Risiko penularan dapat meningkat ketika kebersihan makanan, kualitas air minum, dan sanitasi lingkungan tidak terjaga dengan baik.

Karena itu, menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi air minum yang aman, serta memastikan makanan diolah secara higienis menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Jangan Menunda Pemeriksaan

Tipes yang tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi kondisi serius, termasuk perdarahan saluran pencernaan atau perforasi usus. Karena itu, segera cari pertolongan medis jika demam berlangsung beberapa hari atau kondisi tubuh semakin memburuk.

Apabila muncul nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, kebingungan, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat.

Pengobatan tipes umumnya menggunakan antibiotik sesuai resep dokter. Hindari membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri karena pemilihan obat perlu mempertimbangkan kondisi pasien dan kemungkinan resistansi bakteri.

Iklan