Mengenal TEER, Prosedur Modern untuk Menangani Kebocoran Katup Mitral
Seiring perkembangan teknologi kedokteran, penanganan kebocoran katup mitral kini dapat dilakukan melalui pendekatan minimal invasif pada pasien yang memenuhi kriteria medis.
Kebocoran katup mitral atau mitral regurgitasi merupakan kondisi ketika katup mitral tidak menutup dengan sempurna sehingga sebagian darah mengalir kembali ke ruang jantung sebelumnya.
Jika terjadi dalam tingkat keparahan tertentu, kondisi ini dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan menimbulkan berbagai gejala, seperti sesak napas, mudah lelah, hingga penurunan kualitas hidup.
Seiring perkembangan teknologi kedokteran, penanganan kebocoran katup mitral kini dapat dilakukan melalui pendekatan minimal invasif pada pasien yang memenuhi kriteria medis.
Iklan
Salah satu pilihan yang tersedia adalah Transcatheter Edge-to-Edge Repair (TEER), yaitu prosedur perbaikan katup mitral menggunakan kateter tanpa memerlukan operasi jantung terbuka.
Prof. Dr. dr. Amiliana Susanto, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa pemilihan metode penanganan kebocoran katup mitral perlu disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan meliputi tingkat keparahan kebocoran, kondisi dan fungsi jantung, gejala yang dialami, serta risiko yang mungkin timbul apabila pasien menjalani operasi jantung terbuka.
Bagaimana Prosedurnya?
TEER dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah, umumnya dari area selangkangan, kemudian mengarahkannya menuju jantung.
Dengan bantuan teknologi pencitraan, dokter memasang perangkat khusus untuk mendekatkan bagian-bagian katup mitral sehingga katup dapat menutup lebih baik dan aliran balik darah berkurang.
Melalui pendekatan ini, kebocoran katup diharapkan dapat berkurang sehingga gejala pasien membaik dan kualitas hidup meningkat.
Meski demikian, hasil dan manfaat tindakan dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada kondisi jantung, karakteristik kebocoran, serta hasil evaluasi medis sebelum tindakan.
TEER dapat dipertimbangkan pada pasien dengan kebocoran katup mitral yang signifikan, terutama jika kondisi tersebut menimbulkan gejala dan pasien memiliki risiko tinggi untuk menjalani operasi jantung terbuka atau memenuhi kriteria klinis lainnya.
Namun, TEER bukan pilihan yang tepat bagi semua pasien dengan kebocoran katup mitral. Penentuan terapi memerlukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk penilaian struktur dan fungsi katup serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Karena itu, diskusi antara pasien dan tim dokter jantung multidisiplin menjadi bagian penting dalam menentukan metode penanganan yang paling sesuai.
Komitmen Pelayanan
Sebagai pusat rujukan nasional di bidang jantung dan pembuluh darah, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita) menyediakan layanan kardiovaskular yang didukung tenaga medis berpengalaman, teknologi medis, serta pendekatan pelayanan yang komprehensif.
Penanganan pasien dengan penyakit katup jantung dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari pemeriksaan dan evaluasi kondisi pasien, penentuan strategi terapi, pelaksanaan tindakan sesuai indikasi, hingga pemantauan setelah tindakan.
Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa pilihan penanganan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi medis masing-masing pasien.
Melalui pengembangan teknologi dan layanan intervensi kardiovaskular, RSJPD Harapan Kita terus berupaya mendukung penanganan penyakit jantung yang tepat dan sesuai indikasi medis.
Masyarakat yang mengalami gejala seperti sesak napas dan mudah lelah, atau telah didiagnosis mengalami kebocoran katup mitral, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menentukan tingkat keparahan kondisi serta pilihan penanganan yang sesuai.