RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) menargetkan dapat mengurangi 10 persen pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri melalui penguatan pelayanan jantung dan pembuluh darah di dalam negeri.
Direktur Utama RSJPDHK Iwan Dakota mengatakan target tersebut menjadi salah satu upaya untuk menekan kebocoran devisa negara yang angkanya diperkirakan mencapai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp150 triliun hingga Rp162 triliun per tahun (1 dolar AS = Rp16.000).
1 tahun 100 miliar USD uang orang Indonesia keluar untuk berobat keluar negeri. Mungkin 150 sampai 162 triliun jika pakai kurs Rp16.000. Jadi tugas kami paling tidak mengurangi jumlah orang Indonesia yang harus keluar negeri,”
ujar Iwan dalam kegiatan Diplomatic Hospital Visit di RSJPDHK, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Iwan, pengembangan fasilitas dan teknologi medis menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pasien Indonesia terhadap layanan kesehatan di negara lain.






