Peran Vitamin C
Vitamin C merupakan nutrisi yang berperan dalam pembentukan kolagen, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin ini juga membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati. Zat besi diperlukan dalam pembentukan hemoglobin yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Dilansir dari laman National Institutes of Health (NIH), kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan tubuh, hingga gangguan pembentukan jaringan ikat.
Meski demikian, rasa lelah tidak selalu menandakan tubuh kekurangan vitamin C. Kurang tidur, dehidrasi, anemia, stres, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya juga dapat menjadi penyebabnya.
Mengurangi Kelelahan
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition Journal pada 2012 menguji efektivitas pemberian vitamin C intravena terhadap 141 pekerja sehat berusia 20–49 tahun.
Penelitian tersebut membandingkan kelompok yang menerima infus vitamin C sebanyak 10 gram dengan kelompok yang hanya menerima cairan plasebo.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok penerima vitamin C mengalami penurunan skor kelelahan secara signifikan setelah dua jam, dan efeknya masih terlihat hingga satu hari berikutnya.
Menariknya, manfaat tersebut lebih terlihat pada peserta yang sejak awal memiliki kadar vitamin C relatif rendah.
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa semua orang yang kelelahan membutuhkan suntik vitamin C. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas dan keamanan penggunaannya secara rutin.
Risiko Suntik Vitamin C
Pemberian vitamin C melalui suntikan atau infus bukan berarti sepenuhnya bebas risiko. National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa vitamin C intravena dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping serius pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan meliputi:
- Gangguan ginjal, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau rentan mengalami batu ginjal.
- Hemolisis atau kerusakan sel darah merah pada penderita defisiensi enzim G6PD.
- Risiko pada penderita hemokromatosis, yakni kondisi ketika tubuh menyimpan zat besi secara berlebihan.
- Risiko yang berkaitan dengan prosedur pemasangan infus, termasuk infeksi pada area penyuntikan.
Oleh karena itu, pemberian vitamin C melalui suntikan sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, bukan sekadar mengikuti tren kesehatan.
Suntik vitamin C memang memiliki potensi membantu mengurangi kelelahan pada kondisi tertentu. Namun, prosedur tersebut bukan solusi instan yang diperlukan setiap kali tubuh kehilangan energi.