Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

TBC dan Pentingnya Penanganan Menyeluruh bagi Pasien Kardiovaskular

Bagi pasien yang juga memiliki penyakit kardiovaskular, penanganan TBC memerlukan perhatian terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Gambar Ilustrasi (sumber: magnific.com)
Gambar Ilustrasi (sumber: magnific.com)

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara ketika penderita TBC paru mengeluarkan partikel yang mengandung bakteri saat batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala TBC perlu dikenali sejak dini agar pasien dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan yang tepat. Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, demam, keringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta berkurangnya nafsu makan.

Menurut dr. Andre Prawira, Sp.P, Spesialis Paru RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, deteksi dini dan pengobatan yang tepat merupakan langkah penting dalam penanganan TBC. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta berkurangnya nafsu makan. Pemeriksaan sejak dini sangat penting agar TBC dapat segera dikenali dan ditangani dengan tepat.

Iklan

Pasien juga perlu menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas sesuai anjuran dokter untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah penularan, menjadi pesan penting dalam edukasi penanganan TBC,”

ujarnya, Rabu, 28 Oktober 2026.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Diplomatic Hospital Visit jadi Cara Perkenalkan Layanan Kardiovaskular Indonesia ke Dunia

Pemeriksaan dan Pemantauan

RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menyediakan layanan Poli Tuberkulosis (TBC) untuk membantu penanganan pasien dengan dugaan maupun diagnosis TBC. Layanan ini mencakup konsultasi dokter, pemeriksaan penunjang sesuai indikasi medis, penentuan pengobatan berdasarkan diagnosis, serta pemantauan perkembangan kondisi pasien dan kemungkinan efek samping obat.

Edukasi kepada pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses pengobatan. Pemahaman mengenai cara penularan, kepatuhan menjalani terapi, serta langkah-langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Pengobatan TBC perlu dijalani sesuai regimen dan durasi yang ditetapkan tenaga medis. Pasien tidak dianjurkan menghentikan atau mengubah pengobatan sendiri meskipun gejala mulai membaik. Jika mengalami keluhan atau efek samping obat, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar penanganan dapat disesuaikan secara aman.

Penanganan pada Pasien Jantung

Bagi pasien yang juga memiliki penyakit kardiovaskular, penanganan TBC memerlukan perhatian terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh. Koordinasi antar tenaga medis sesuai kebutuhan pasien penting untuk mempertimbangkan kondisi jantung, pengobatan yang sedang dijalani, serta kemungkinan interaksi obat.

Pendekatan tersebut diperlukan agar penanganan infeksi dan penyakit penyerta dapat dilakukan secara tepat dengan tetap memperhatikan keselamatan pasien.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalaminya. Dengan pemeriksaan dini, pengobatan yang sesuai, dan kepatuhan menjalani terapi hingga tuntas, TBC dapat disembuhkan dan risiko penularannya dapat dikurangi.

Iklan