“Penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses penanganan penyakit katastropik,”
ujar Dante dalam keterangan resmi yang diterima Owrite.id, Minggu, 1 November 2026.
Pemerintah pun telah mengidentifikasi empat kelompok penyakit katastropik yang menjadi perhatian.
“Kami sudah mengevaluasi penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan berdampak pada pembiayaan, yang kami sebut sebagai penyakit katastropik. Ada empat yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi,”
jelas dia.
Geografis
Menurut Dante, selama ini masyarakat di sejumlah daerah masih menghadapi kendala geografis untuk memperoleh layanan kesehatan tertentu. Pasien bahkan harus melakukan perjalanan jauh ke ibu kota provinsi atau daerah lain demi mendapatkan tindakan medis.
Ia mencontohkan dukungan alat kesehatan yang telah diberikan pemerintah untuk Provinsi Aceh. Dengan fasilitas tersebut, pasien jantung diharapkan dapat memperoleh tindakan pemasangan ring di daerahnya sendiri.
“Jadi kalau ada orang dengan sakit jantung, dia enggak perlu datang ke Jakarta, dia bisa diobati, dipasang ring di Aceh,”
tutur Dante.
Meski demikian, pemerataan fasilitas kesehatan tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia. Ketersediaan alat kesehatan harus diikuti dengan keberadaan dokter spesialis yang mampu memberikan tindakan medis.
“Pemerintah juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga medis melalui pendidikan dokter spesialis agar fasilitas kesehatan yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal,”
kata Dante.