Serat asbes yang terlepas ke udara dan terhirup dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk kanker paru-paru dan mesothelioma.
World Health Organization (WHO) bahkan mengategorikan seluruh jenis asbes sebagai bahan karsinogenik atau pemicu kanker pada manusia.
Mengenal Asbes
Asbes merupakan kelompok mineral alami berbentuk serat halus yang memiliki ketahanan terhadap panas, api, serta bahan kimia tertentu. Karena karakteristik tersebut, asbes pernah banyak digunakan dalam industri konstruksi, termasuk untuk pembuatan lembaran atap, plafon, dan bahan pelapis bangunan.
Pada atap rumah, asbes umumnya digunakan dalam bentuk lembaran semen yang dicampur dengan serat asbes. Material ini dikenal praktis karena bobotnya relatif ringan dan pemasangannya tidak terlalu rumit.
Meskipun demikian, penggunaan asbes kini semakin dibatasi di berbagai negara karena adanya bukti ilmiah mengenai dampak paparan seratnya terhadap kesehatan manusia.
Kelebihan Atap Asbes
Ada beberapa alasan mengapa atap asbes pernah menjadi material favorit untuk bangunan rumah maupun fasilitas umum.
- Harga relatif terjangkau. Atap asbes umumnya memiliki harga lebih ekonomis dibandingkan sejumlah material atap lainnya sehingga dapat menjadi pilihan untuk pembangunan dengan anggaran terbatas.
- Bobot ringan. Lembaran asbes relatif ringan sehingga lebih mudah diangkut dan dipasang.
- Tahan terhadap panas dan api. Kandungan mineral asbes memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi sehingga material ini tidak mudah terbakar.
- Perawatan relatif sederhana. Atap asbes tidak membutuhkan perawatan khusus selama kondisinya masih baik dan tidak mengalami kerusakan.
Namun, kelebihan tersebut lebih berkaitan dengan karakteristik material dan kemudahan penggunaannya, bukan berarti asbes merupakan pilihan paling aman untuk hunian.
Risiko Kesehatan
Di balik kelebihannya, asbes memiliki risiko kesehatan yang serius, terutama ketika serat-serat halusnya terlepas dan terhirup melalui saluran pernapasan.
Menurut WHO, seluruh jenis asbes, termasuk chrysotile atau asbes putih, terbukti bersifat karsinogenik bagi manusia. Paparannya dapat menyebabkan beberapa penyakit berikut.
- Kanker paru-paru. Paparan serat asbes dapat meningkatkan risiko kanker pada jaringan paru-paru, terutama pada orang yang terpapar dalam jangka panjang.
- Mesothelioma. Jenis kanker langka yang menyerang lapisan pelindung paru-paru atau rongga perut. Penyakit ini memiliki hubungan kuat dengan paparan asbes.
- Asbestosis. Penyakit paru-paru kronis akibat penumpukan serat asbes yang menyebabkan jaringan paru mengalami jaringan parut sehingga penderitanya dapat mengalami sesak napas.
- Kanker laring dan ovarium. Paparan asbes juga terbukti berkaitan dengan peningkatan risiko kanker pada kedua organ tersebut.
WHO memperkirakan lebih dari 200.000 kematian setiap tahun di dunia berkaitan dengan paparan asbes akibat pekerjaan. Angka tersebut menunjukkan bahwa bahaya asbes merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang serius.
Segera Diganti
Keberadaan atap asbes di rumah tidak berarti penghuninya harus langsung panik. Material yang masih utuh dan tidak terganggu cenderung memiliki risiko pelepasan serat lebih rendah dibandingkan material yang rusak atau dibongkar.
Namun, bukan berarti atap tersebut sepenuhnya aman. Apabila kondisinya sudah rapuh, retak, atau membutuhkan penggantian, penanganannya perlu dilakukan dengan prosedur khusus agar serat tidak menyebar ke lingkungan rumah.
Di Indonesia sendiri, terdapat Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.03/MEN/1985 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes yang tercatat masih berlaku dalam JDIH Kementerian Ketenagakerjaan.
Dengan mempertimbangkan risiko kesehatannya, penggunaan material alternatif bebas asbes dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk pembangunan rumah dalam jangka panjang.