Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin mengungkapkan, menurut data Sistem Komputerisasi untuk Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) 2023 sampai 2025, kurang lebih 4.000 warga Jakarta jadi pekerja imigran.
Itu warga DKI Jakarta yang sudah ditempatkan bekerja di luar negeri dalam rentang waktu 2023 sampai 2025. Itu yang terdaftar di SISKOP2MI,” ujar Mukhtarudin saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Melihat banyaknya warga Jakarta yang menjadi pekerja imigran, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pihaknya ingin mempersiapkan diri menempatkan pekerja imigran itu di level middle up. Terutama untuk pekerja teknis dan bidang hospitality.
Sehingga kalau sudah ada yang berangkat, tentunya karena itu bersifat perorangan, tapi apapun, pemerintah dalam hal ini seperti yang disampaikan Pak Menteri tadi, bertanggung jawab untuk membantu, memfasilitasi kepulangan, dan sebagainya,” katanya.
Ke depannya, lanjut Pramono, pihaknya akan terus bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan ke tempat-tempat tujuan yang memberikan potensi untuk masyarakat.
Terutama yang dari Jakarta berkembang menjadi lebih baik, seperti di Korea, Jepang, Eropa Barat, Eropa Timur, kemudian juga ke Tiongkok,” tandasnya.

