Pelaku Masih Jalani Pemulihan
Berdasarkan keterangan resmi, anak tersebut masih dalam tahap pemulihan medis setelah menjalani operasi akibat luka yang dialami pascakejadian. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadapnya belum dapat dilakukan secara penuh.
Polisi menegaskan proses hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur, namun dengan memperhatikan perlindungan hak anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan humanis, mengingat pelaku masih berusia di bawah umur. Polisi juga bekerja sama dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, dan psikolog anak untuk menggali latar belakang sosial dan psikologis pelaku.
Tujuan utama kami bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga mencari akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan sekolah,”
tegas Kombes Pol Budi Hermanto.
Tujuh Bom
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan, total ada tujuh bom yang dibawa oleh pelaku. Berdasarkan hasil penyisiran di lokasi kejadian, pelaku menempatkan bahan peledaknya di tiga lokasi. Diantara bom tersebut pelaku mengaktifkan bahan peledaknya dengan menggunakan remote dan ada yang menggunakan sumbu api.
Bom yang ditemukan pertama ditemukan di area masjid berjumlah dua buah, mengandung potasium klorat dengan casing jerigen plastik satu liter. Di dalam kandungan bahan peledak itu juga ada material paku.
Selanjutnya bom lainnya ditemukan di dua lokasi, yaitu bank sampah dan taman baca. Diungkapkan Henik, ada dua bom bersatus aktif dan dua lainnya telah meledak namun tidak sempurna. Di lokasi itu juga ada sebuah remote yang dipakai mengaktifkan bom di dalam masjid.
Di taman baca kami menemukan casing kaleng minuman dengan sumbu bakar dan remote, sedangkan di bank sampah ada empat bom. Dua sudah meledak tapi tidak sempurna dan dua masih aktif,”
bebernya.
Meledakan Diri Sendiri
Diantara bom tersebut, salah satunya ada yang menjadi senjata makan tuan untuk pelaku. Dia ditemukan terkapar di dekat bank sampah dan ada dua buah senjata mainan dan satu belt seperti tentara warna hijau.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pada saat pelaku ingin meledakan bom di lokasi diduga sengaja untuk mengenai dirinya. Namun motif meledakkan diri itu masih didalami.
Sengaja (meledakkan diri sendiri), ada maksud, masih motif yang bersangkutan meledakkan di bagian kepalanya kami masih melakukan pendalaman karena saat ini sedang mengedepankan pemulihan baik itu kesehatan maupun psikologis,”
ucapnya.
Setelah diusut, dorongan pelaku yang saat ini menyandang anak berhadapan dengan hukum (ABH) lantaran latar belakang dari pelaku itu sendiri. Berdasarkan keterangan saksi yang didapatkan, pelaku mengaku tidak ada tempat untuk curhat baik di keluarganya sendiri maupun di lingkungan sekolahnya. Sehingga dia merasa dirinya sendirian tidak sosok yang merangkulnya.