Perundungan atau bullying masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Terbaru, kasus bullying terjadi di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, hingga korbannya meninggal dunia. Siswa inisial MH (13) meninggal dunia usai sempat menjalani perawatan sepekan di rumah sakit.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi., sangat menyayangkan kasus bullying terus terjadi di lingkungan sekolah. Agar perundungan tidak terjadi lagi, menurutnya orangtua perlu mengajarkan moral kepada anak-anak.
Moral stimulasinya sejak dini, dimana anak usai 4 sampai lima tahun sudah diajarkan stimulasi moral,”
ujar Rose Mini atau yang akrab disapa Romi, kepada owrite.id, Rabu (19/11/2025).
Ia menjelaskan, moral adalah kemampuan seseorang untuk mengenal perilaku baik dan buruk. Ketika anak-anak sudah memiliki moral, mereka bisa mengetahui hal yang baik dan buruk.
Moral ada tujuh, hal utama yang harus distimulasi, core utama, empati, kemampuan manusia untuk memilik dan memahami perasaan, pikiran dan keinginan orang lain. Kemudian cara kontrol diri bagaimana dia bisa menekan implusif diri dia untuk merespon secara ngawur,”
paparnya.
Selain itu, mengenalkan tentang nurani, kebaikan, kejujuran, toleransi, dan kepedulian.
Semua harus distimulasi dulu agar anak memiliki stimulasi moral yang baik sehingga bisa membedakan baik dan buruk,”
tuturnya.
Menurut Romi, stimulasi moral tidak hanya diberikan kepada pelaku bullying, tapi juga perlu diajarkan kepada korban.
Karena biasanya yang jadi korban bisa juga jadi pelaku, jadi harus waspada terkait hal itu,”
tandasnya.

