Tinjauan lapangan owrite.id dilokasi, memperlihatkan bahwa permukaan air laut saat pasang berada sangat dekat dengan puncak tanggul utama. Kondisi tersebut menunjukkan betapa tipisnya margin keselamatan yang tersisa.
Fenomena rob yang makin parah ini disebabkan oleh pasang air laut yang cukup tinggi. Hal ini diperparah dengan penurunan muka tanah (land subsidence) di wilayah Jakarta Utara, salah satu yang tercepat di Indonesia. Dampaknya, permukiman di Pantai Mutiara kini berada dalam posisi lebih rendah dibanding permukaan air laut.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Subkelompok Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai Dinas SDA DKI Jakarta, Alfan Widyastanto, menegaskan bahwa perencanaan peningkatan struktur tanggul sudah berjalan.
Saat ini sedang dalam tahap perencanaan, dengan elevasi tanggul yang akan dibangun lebih tinggi dibanding kondisi sekarang,”
ujar Alfan dalam keterangan yang diterima owrite.id, Senin, 24 November 2025.
Ia menjelaskan, bahwa proses perbaikan akan dilaksanakan secepat mungkin, namun tetap mengikuti standar teknis yang berlaku. Setelah proses perencanaan rampung, pembangunan fisik hanya tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan kesiapan lapangan.
Target kami, pekerjaan dapat direalisasikan secepat mungkin dan tetap sesuai prosedur yang ada,”
tegasnya.
Dengan kondisi tanggul yang semakin tertekan oleh naiknya permukaan air laut, langkah cepat pemerintah menjadi krusial untuk mencegah potensi jebolnya tanggul yang dapat berdampak luas bagi wilayah sekitarnya.