Insiden kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat menewaskan sebanyak 22 orang. Setelah dievakuasi, Biddokes RS Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi jenazah korban kebakaran.
Telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan tiga jenazah yang telah berhasil diidentifikasi,”
kata Karumkit RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru kepada wartawan, Rabu 10 Desember 2025.
Ketiga korban berhasil diketahui identitasnya setelah pihak keluarga korban memberikan sampel DNA untuk dilakukan test post mortem dan antemortem. RS Polri juga telah menerima hampir seluruhnya laporan DNA dari pihak keluarga.
Jumlah korban yang dilaporkan oleh pihak keluarga sampai saat ini mencapai 20 orang,”
kata Prima.
Para korban tersebut sempat terjebak saat kebakaran melanda Gedung Terra Drone. Penyebab kematian mereka mengerucut pada kondisi pernapasan.
Kemungkinan karena kita hanya melaksanakan pemeriksaan luar, kemungkinan karena menghirup gas karbondioksida, CO2,”
terangnya.
Berikut tiga identitas korban kebakaran yang berhasil diidentifikasi:
- Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun
- Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun
- Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun
Prima melanjutkan, pihaknya telah menerima total 22 kantong jenazah yang dikirim dari lokasi kejadian, dan terlebih dahulu memeriksa 11 kantong jenazah. Dengan demikian tersisa 19 jenazah yang masih dalam pemeriksaan tim gabungan dokes RS Polri.
Kebakaran Gedung Terra Drone diduga dipicu dari sebuah baterai yang terbakar dari lantai 1 gedung yang kemudian merambat hingga ke lantai 7.
Sekitar pukul 12.30 memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar,”
kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo kepada wartawan, Selasa 9 Desember 2025.
Kebakaran tepat terjadi saat jam makan siang kantor tengah berlangsung beberapa diantaranya ada yang keluar gedung dan ada yang menetap di dalam. Saat awal baterai terbakar di lantai satu, salah seorang karyawan sempat memadamkan dengan APAR.
Namun upaya karyawan itu tidak membuahkan hasil dan menyebabkan api merambat hingga ke lantai atas gedung.
Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai 6,”
ujar Susatyo.
Saat dilakukan proses pemadaman, tim damkar sempat mengalami kesulitan lantaran asap yang cukup pekat dari lantai tiga sampai lima. Namun api berhasil ditembus damkar setelah berjibaku selama beberapa jam.
Dari 22 korban jiwa yang telah dievakuasi, salah satunya ada wanita dalam kondisi mengandung.
Terakhir data korban sudah 22 dimana 7 orang laki-laki dan 15 orang perempuan,”
beber Kapolres Jakpus itu.
Salah satu korban adalah wanita hamil,”
lanjut dia.

