Ketenangan jam istirahat di kantor Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak berubah jadi kepanikan hebat pada Selasa siang, 10 Desember 2025.
Api tiba-tiba berkobar dari lantai dasar gedung enam lantai, gudang tempat penyimpanan perusahaan.
Dalam hitungan menit, asap hitam pekat memenuhi seluruh ruangan. Gedung yang minim ventilasi dan tanpa jendela itu menjadi perangkap mematikan bagi puluhan karyawan. Akibatnya, 22 orang tewas bukan karena terbakar, tetapi karena kehabisan oksigen.
Baterai Drone Terbakar
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan sumber api berasal dari baterai drone yang tiba-tiba terbakar di lantai satu.
Meski sempat berusaha dipadamkan karyawan, api terlanjur merembet cepat karena lokasi tersebut merupakan area gudang dengan banyak barang mudah terbakar.
Pada saat insiden terjadi, sebagian karyawan sedang makan siang di luar gedung, sementara lainnya berada di lantai 2 hingga 6.
Asap tebal langsung naik hingga lantai 6,”
Susatyo.
Pemadaman Berlangsung Cepat, Korban Terjebak
Kebakaran mulai dilaporkan pukul 12.43 WIB. Tim pemadam tiba tujuh menit kemudian dan memulai proses pemadaman. Api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 14.10 WIB.
Namun setelah pengecekan menyeluruh dari lantai ke lantai, petugas menemukan korban secara bertahap.
Total, 22 korban tewas 7 laki-laki dan 15 perempuan, termasuk satu wanita hamil tujuh bulan.
Sebagian besar korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sementara karyawan di lantai 6 lebih mudah mencapai rooftop untuk menyelamatkan diri.
Menurut polisi, seluruh korban meninggal akibat asfiksia, yaitu kekurangan oksigen karena menghirup asap tebal.
Dua petugas pemadam mengalami luka ringan, sementara Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah mengalami luka berat saat melakukan pengecekan di lokasi.
Polisi Mulai Selidiki Unsur Pidana
Polisi kini menelusuri apakah ada pelanggaran keamanan gedung atau kelalaian pihak perusahaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap pemilik gedung serta penanggung jawab PT Terra Drone. Penyelidikan sementara telah melibatkan empat karyawan dan dua staf HRD.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam kejadian ini,”
Susatyo.
Insiden ini menjadi pengingat keras mengenai pentingnya standar keselamatan gedung, jalur evakuasi, ventilasi, hingga penanganan bahan berisiko tinggi seperti baterai lithium.
Kebakaran ini juga menjadi salah satu tragedi kantor paling mematikan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.

