Memasuki puasa hari ke-13 Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim semakin dituntut menjaga konsistensi ibadah di tengah aktivitas harian yang kembali padat.
Informasi jadwal imsakiyah, waktu salat, hingga waktu berbuka puasa menjadi panduan penting agar setiap rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan tepat waktu dan penuh kekhusyukan.
Mengetahui jadwal imsak membantu umat Islam mempersiapkan sahur secara optimal sebelum memasuki waktu menahan diri dari makan dan minum.
Sementara itu, ketepatan waktu salat lima waktu juga menjadi pengingat untuk tetap menjaga kedisiplinan spiritual selama bulan suci, sekaligus memperkuat kualitas ibadah di pertengahan Ramadan.
Selain itu, waktu berbuka puasa selalu menjadi momen yang dinanti setelah seharian berpuasa. Dengan berpedoman pada jadwal resmi imsakiyah hari ke-13 Ramadan, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib, sehat, dan penuh keberkahan hingga menjelang akhir bulan suci.
Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), waktu imsak untuk wilayah Jakarta hari ke-13 jatuh pukul 04:33 WIB, sedangkan waktu Subuh pukul 04:43 WIB.
Bagi Anda yang ingin menjalankan sholat Dhuha, bisa dimulai dari pukul 06:22 WIB. Sholat Zuhur bisa dilakukan pukul 12:08 WIB, dan Ashar 15.10 WIB.
Untuk jadwal sholat Magrib bertepatan dengan waktu berbuka puasa, jatuh pukul 18:14 WIB, dan waktu Isya masuk pukul 19:23 WIB.
Keutamaan Sahur
Sahur bukan sekadar kegiatan makan sebelum imsak, melainkan ibadah sunnah yang mengandung hikmah besar dan keberkahan luar biasa. Rasulullah sangat menekankan pentingnya sahur karena sahur mampu memperkuat ibadah puasa, baik secara fisik maupun spiritual.
Adapun beberapa hadits yang menjelaskan tentang pentingnya sahur.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib berkata, aku mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada barakah. (HR. Shahih Bukhari no. 1789 Kitab As shaum)
عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ فِينَا رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ السُّحُورَ وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْفِطْرَ وَيُعَجِّلُ السُّحُورَ قَالَتْ أَيُّهُمَا الَّذِي يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ السُّحُورَ قُلْتُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَتْ هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ
Dari Abu ‘Athiyyah dia berkata; Aku berkata kepada ‘Aisyah; Di antara kita ada dua orang, salah seorang dari keduanya menyegerakan berbuka dan mengakhirkan bersahur, sedangkan yang lain mengakhir berbuka dan menyegerakan bersahur? Ia bertanya; Siapakah di antara keduanya yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur? Aku menjawab; Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata; Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya. (HR. Imam Nasa’i no. 2130 Kitab Ash shiyam)
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur. (HR. Shahih Muslim no. 1836 Kitab Ash shiyam)


