Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Darurat Sampah, Terpal, dan Negara yang Terlambat Hadir di Tangerang Selatan
Megapolitan

Darurat Sampah, Terpal, dan Negara yang Terlambat Hadir di Tangerang Selatan

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
Last updated: Desember 24, 2025 9:56 am
Rahmat
Dusep
Share
Pengendara motor melintas di samping tumpukan sampah yang ditutupi terpal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/12/2025).
Pengendara motor melintas di samping tumpukan sampah yang ditutupi terpal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/foc)
SHARE

Desember 2025, menjadi puncak-puncaknya darurat sampah di Tangerang Selatan. Berbagai sampah rumah tangga hingga pasar dibiarkan menumpuk di sepanjang jalan Ciputat, Tangsel. Warga yang setiap hari lalu lalang jadi tantangan baru setelah macet saat pagi dan sore harinya.

Daftar isi Konten
  • Pemerintah Pusat Punya Andil Besar
  • Sampah Itu Dikelola dari Rumah-rumah

Beberapa hari berselang setelah fenomena sampah menggunung viral di media sosia. Alih-alih bukannya menindak sampah tersebut, Wali Kota Tangsel malah membentangkan terpal di atas sampah tak bertuan tersebut.

Kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie upayanya itu hanya penanganan sementara. Dia telah meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel untuk memaksimalkan tempat pembuangan sampah sementara di Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Sebetulnya permasalahan sampah di sejumlah ruas jalan di Tangsel bukan baru-baru ini saja terjadi. Pada tahun 2020 sudah ada tanda-tanda awal muncul saat turap penyangga TPA Cipeucang jebol karena volume sampah melebihi kapasitas, menyebabkan longsor dan protes warga mulai terdengar.

Empat tahun berselang TPA Cipeucang sudah tidak mampu lagi harus menanggung sampah yang tiap harinya disetor kurang lebih 1.000 ton per harinya. Sementara kapasitas yang disediakan TPA itu hanya 300-400 ton saja. Hal ini membuat warga terpaksa mengelola sampahnya sendiri.

Barulah puncaknya di Desember 2025, dengan ditutupnya TPA Cipeucang, sampah jadi menumpuk di jalan bahkan dekat dengan kantor DPRD.

Pasca TPA tersebut ditutup, tidak ada aktivitas pengelolaan sampah. Rantai yang sudah berkarat jadi batas akses keluar masuk tempat pengelolaan sampah tersebut. Beberapa ekskavator yang biasa mengeruk juga menganggur di atas gunungan sampah.

Fenomena pengabaian sampah itu akhirnya santer di telinga Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq. Tanpa basa-basi Hanif mengultimatum Benyamin bakal dikenai tindak pidana jika tida serius menangani sampah.

Menurut Hanif, Wali Kota Tangsel bisa saja mendapat ancaman pidana penjara selama empat tahun karena dianggap melanggar Pasal 40 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengatur larangan mutlak pembuangan sampah secara terbuka (open dumping).

Karena bagaimanapun juga, berdasarkan Undang-Undang tahun 2008, maka sampah menjadi tanggung jawab pak Wali Kota. Ini ada Pasal 40 yang di dalamnya ada ancaman pidana minimal empat tahun,”

kata Hanif kepada wartawan dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Bagi Hanif hubungan baik antarpemangku kebijakan antara pusat dengan daerah tidak berlaku kalau pada akhirnya harus terbentur dengan hukum.

Hanif, lebih lanjut sampai menerjunkan tim penegakan hukum ke Kota Tangerang Selatan untuk memantau langsung pengelolaan sampah di TPA Cipeucang.

Pemerintah Pusat Punya Andil Besar

Pengendara sepeda motor melintas di dekat tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/12/2025). Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/tom.

Manajer Kampanye Perkotaan Berkeadilan WALHI, Wahyu Eka Setyawan mengatakan krisis sampah di Kota Tangsel tidak bisa semata-mata jadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Pemerintah pusat pun harusnya ikut andil untuk mengelola sampah yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan.

Momentum ini harusnya membuat pemerintah jadi mawas diri akan kebijakan pengelolaan sampah dan tidak hanya berfokus pada memusnahkan sampah di hilirnya saja.

WALHI melihat bahwa masalah ini seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Tangsel, tetapi juga Kementerian Lingkungan Hidup yang selama ini gagal mendorong kebijakan strategis dan justru berkutat pada solusi semu seperti PSEL, WtE, atau RDF yang mahal dan tidak mengurangi timbulan sampah,”

kata Eka melalui siaran persnya yang dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Fenomena penumpukan sampah hingga ditutupnya TPA Cipeucang dikatakannya merupakan akumulasi dari ketidakmampuan pemerintah mengantisipasi lonjakan volume sampah melalui kebijakan berbasis data dan perencanaan jangka panjang.

Solusi yang ditawarkan WALHI, mendorong pemerintah dengan menerapkan kebijakan Zero Waste City yaitu konsep kota yang bertujuan meminimalkan sampah yang berakhir di TPA dengan cara sistematis, yaitu dengan mendesain ulang sistem produksi dan konsumsi agar semua produk bisa dipakai ulang, didaur ulang, atau dikomposkan, didukung pemilahan sampah dari rumah tangga dan pengelolaan terintegrasi.

Prinsip utamanya terletak di 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Repair). Menolak yang tidak perlu, mengurangi konsumsi, memakai ulang, mendaur ulang, dan memperbaiki barang.

Konsep ini bisa diterapkan dengan membangun sistem pengumpulan sampah terpilah, fasilitas daur ulang, dan kampanye kesadaran publik.

Pemerintah harus memaksa penerapan kebijakan berbasis konsep Zero Waste City yang menekankan pengurangan di hulu, sistem guna ulang, dan tanggung jawab produsen melalui skema EPR, termasuk desain ulang produk agar minim sampah,”

kata Wahyu.

Kementerian Lingkungan Hidup, tentunya kata Wahyu harus secara jelas membuat roadmap kebijakan setingkat nasional dan daerah. Disatu sisi, harus ada aturan yang mengikat tanggung jawab dari produsen bersifat mutlak.

Sampah Itu Dikelola dari Rumah-rumah

Pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menilai masalah sampah menggunung di Kota Tangsel hanya menjadi contoh saja. Masih ada Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang jadi penyumbang sampah terbesar.

Contoh paling simpelnya, banyak fenomena ketua RT memajang tulisan ‘Dilarang buang sampah sembarangan’ bahkan sampai-sampai memasang CCTV. Alih-alih membuat sadar, warga malah bak menantang dengan buang sampah sembarangan.

Orang bandel bawa sampah di sepeda, lempar ke kebun orang, mengerikan sekali. Dan akhirnya kemudian terbuang ke sungai, dan kita tahu sekarang laut tercemar, dan waduh, satwa-satwa pun mulai punah,”

kata Rhenald dari unggahan video di akun instagram resminya.

Menurut dia, sampah organik yang ada di pasar saja sudah cukup menjadi PR, buah-buahan dan sayur-sayuran yang membusuk, daging ayam bekas yang tidak dibersihkan terlebih dahulu lalu asal dibuang dirasa-rasanya sudah menjadi tradisi buruk masyarakat.

Kini ditambah dengan sampah non-organik hasil orang-orang doyan belanja online, jadi penyumbang sampah plastik berserta bungkusan-bungkusan jadi trend baru permasalahan.

Tapi waktu berjalan, sampahnya orang kota itu semakin banyak non-organiknya, plastik, bungkus-bungkusan. Maklum orang enggak belanja (langsung) lagi, orang sekarang itu beli online,”

ungkap Rhenald.

Pemda, kata guru besar UI itu harus mengubah pola pikirnya, masing-masing kelurahan harus dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Pihak Lurah juga jangan segan-segan menegur warganya kalau kedapatan ada yang buang sampah sembarangan.

Lurah ini harus juga bekerja dan mengatasi sampah di wilayah masing-masing. Kalau orang protes, beritahu pada mereka, ‘itu adalah sampahmu juga’,”

tegasnya.

Untuk meminimalisir sampah, bisa dimulai dengan menyediakan satu bak plastik sampah besar untuk lima sampai enam rumah. Sampah kemudian diangkut dengan menggunakan baktor dikirim ke Kelurahan untuk nantinya dicacah dengan mesin khusus.

Nantinya mesin tersebut bisa memilah sampah plastik secara otomatis, sehingga sampah rumah tangga bisa terurai secara baik.

Sampah yang bagus itu dicacah saja. Kalau sudah dicacah bisa jadi kompos, dipisahkan. Lalu kemudian yang terpisah ini bisa dijadikan biomassa, kirim ke pabrik semen. Itu kan batu bara muda, kalorinya ya dapatlah 2.000 kalori begitu,”

terang dia.

Biaya pengelolaan sampah tersebut dikatakan dia terpaut ringan diongkosnya, dibanding Pemda harus terus-terusan mencari tempat pembuangan akhir yang besar.

Tag:Benyamin DavnieDarurat SampahHeadlineKementerian Lingkungan HidupsampahTangerang Selatan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Banjir di permukiman padat penduduk Kedoya
Megapolitan

46 RT di Jaktim Terendam Banjir Saat Lebaran

Sejumlah wilayah Jakarta terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Sabtu,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
17 jam lalu
Pemantauan hilal penentuan 1 Syawal 1447 H di Jakarta
Megapolitan

Jadwal Imsak Hari Terakhir Ramadan di DKI Jakarta, Puasa Penutup Jelang Lebaran

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
3 hari lalu
Ilustrasi Hujan
Megapolitan

Jumat Terakhir Ramadan, BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Besar Jakarta

Hari terakhir Ramadan di wilayah DKI Jakarta diprakirakan akan didominasi hujan pada…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
3 hari lalu
Ilustrasi hujan ringan
Megapolitan

BMKG: Jakarta Diguyur Hujan Ringan Hari Ini, Warga Diminta Waspada Angin Kencang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi prakiraan cuaca di wilayah DKI…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up