Memasuki hari ke-9 Ramadan, umat Muslim semakin memantapkan ibadah puasa dengan menjaga ketepatan waktu sahur dan salat.
Jadwal imsakiyah menjadi panduan penting agar tidak terlewat batas waktu makan sebelum fajar serta memastikan setiap waktu salat dijalankan sesuai ketentuan.
Informasi waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya membantu umat Muslim menyusun aktivitas harian selama berpuasa.
Dengan mengetahui jadwal secara rinci, masyarakat dapat mempersiapkan sahur lebih awal dan berbuka tepat waktu saat azan Magrib berkumandang.
Di hari kesembilan ini, konsistensi menjaga ibadah menjadi kunci untuk meraih keberkahan Ramadan.
Memantau jadwal imsakiyah dan salat tidak hanya soal ketepatan waktu, tetapi juga bentuk kedisiplinan dalam menjalankan rukun Islam dengan penuh kesungguhan.
Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjen Bimas Islam Kemenag RI) telah menerbitkan jadwal imsakiyah selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Berdasarkan data resmi, jadwal imsak di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pukul 04.33 WIB dan Subuh pukul 04.43 WIB.
Sementara waktu terbit matahari berada pada pukul 05.55 WIB, dan dimulainya Dhuha pukul 06.32 WIB.
Memasuki siang hari, Zuhur jatuh pada pukul 12.9 WIB dan Ashar pukul 15.14 WIB. Adapun waktu Magrib atau atau berbuka puasa ditetapkan pukul 18.16 WIB. Dan Isya pukul 19.25WIB.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Membaca niat puasa Ramadan merupakan hal yang penting dalam menjalankan ibadah puasa. Niat ini juga jadi penentu sah atau tidaknya puasa yang dilakukan.
Dalam ajaran Islam, niat tidak harus diucapkan secara lisan, cukup hadir dalam hati sebagai bentuk kesungguhan untuk berpuasa sejak fajar hingga terbenam matahari.
Meski demikian, banyak umat Muslim melafalkannya agar lebih mantap dan khusyuk saat menjalankan ibadah Ramadan. Niat ini dilafalkan saat malam hari atau sebelum subuh.
Bacaan niat puasa Ramadan yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā”.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”


