Memasuki hari ke-15 Ramadan, umat Muslim di seluruh wilayah DKI Jakarta kian menguatkan ritme ibadah di pertengahan bulan suci yang penuh berkah ini.
Jadwal imsak dan waktu salat menjadi panduan utama agar setiap amalan, mulai dari sahur hingga berbuka, dapat dijalankan dengan tepat waktu.
Ketepatan mengikuti jadwal bukan sekadar soal disiplin, tetapi juga bagian dari ikhtiar menyempurnakan ibadah puasa.
Informasi imsak menandai batas akhir makan dan minum sebelum fajar menyingsing, sekaligus pengingat bahwa waktu Subuh segera tiba.
Sementara itu, rangkaian waktu salat lima waktu menjadi penopang spiritual di sela aktivitas harian yang tetap berjalan selama Ramadan.
Dengan mengetahui jadwal secara akurat, umat Muslim dapat mengatur energi dan aktivitas agar tetap produktif tanpa mengurangi kekhusyukan.
Sejak awal Ramadan, Kementerian Agama sudah mengeluarkan jadwal imsak, waktu sholat dan berbuka puasa.
Pada puasa hari ke-15, jadwal imsak jatuh pukul 04:33 WIB, di mana umat muslim dianjurkan untuk berhenti makan dan minum. Sedangkan waktu subuh pukul 04:43 WIB, dan waktu terbit pukul 05:55 WIB.
Sholat Dhuha bisa dimulai pukul 06:22 WIB, waktu Zuhur pukul 12:08 WIB, dan waktu Ashar 15:08 WIB.
Untuk waktu berbuka puasa dan Magrib sendiri di wilayah DKI Jakarta pukul 18:13 WIB, sementara Isya pukul 19:22 WIB.
Bacaan Niat Puasa
Dilansir dari laman MUI Digital, menurut pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
