Kawasan Monas dipenuhi oleh para buruh dari berbagai daerah yang datang untuk menyuarakan tuntutannya.
Berdasarkan pantauan owrite di lapangan, sampah tampak menutupi area paving block, terutama di sekitar titik berkumpul massa dan bawah tenda tempat acara. Tidak hanya berserakan, beberapa titik bahkan dipenuhi tumpukan kardus dan botol plastik dari tempat penampungan sementara.
1.400 Petugas Kebersihan Disiagakan
Melalui akun Instagram resmi, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyampaikan, sebanyak 1.400 petugas kebersihan disiagakan untuk mendukung peringatan May Day di kawasan Monas dan sejumlah titik lainnya.
Petugas tersebut bekerja dalam dua shift dan didukung berbagai sarana kebersihan, seperti road sweeper, truk pengangkut sampah, dustbin, toilet portable, bus toilet, hingga tempat sampah terpilah disejumlah titik.
Namun, minimnya kesadaran peserta aksi dalam menjaga kebersihan menjadi salah satu penyebab menumpuknya sampah di kawasan Monumen Nasional usai perayaan May Day 2026.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menegaskan, May Day bukan hanya momentum menyuarakan aspirasi pekerja, tetapi juga pengingatkan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik secara bersama.
Mari jaga Jakarta dengan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, dan menjaga fasilitas umum,”
tulis DLH dalam imbauannya.
Kondisi ini menjadi catatan bahwa kegiatan besar dengan jumlah massa yang tinggi perlu diimbangi dengan kesadaran kolektif terhadap lingkungan.
Tanpa partisipasi aktif dari peserta, upaya petugas kebersihan akan menjadi jauh lebih berat.