Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

Tragedi KRL vs Argo Bromo Anggrek: Ratusan Bunga Dukacita Penuhi Stasiun Bekasi Timur

Sebagai ucapan duka atas tragedi kecelakaan maut dua kereta, publik meletakkan karangan bunga di Stasiun Bekasi Timur.

Penumpang kereta rel listrik (KRL) meletakkan buket bunga di meja pascainsiden tabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). Sejumlah penumpang KRL meletakkan bunga di area tersebut sebagai ungkapan duka cita atas tewasnya 16 orang dalam kecelakaan itu.
Penumpang kereta rel listrik (KRL) meletakkan buket bunga di meja pascainsiden tabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). Sejumlah penumpang KRL meletakkan bunga di area tersebut sebagai ungkapan duka cita atas tewasnya 16 orang dalam kecelakaan itu. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/nym.)

Sebagai ucapan duka atas tragedi kecelakaan maut dua kereta, warga dan penumpang KRL Commuter Line meletakkan karangan bunga di Stasiun Bekasi Timur.

Dilansir dari TikTok @ceritabekasi_, ratusan bunga memenuhi area dekat pintu stasiun. Tak hanya bunga, sejumlah surat berisi pesan duka dan ucapan doa untuk para korban juga nampak diletakkan di lokasi tersebut.

Dalam video itu, petugas KAI pun ikut membantu merapikan bunga dan menambah banyak ruang untuk pengguna KRL yang ingin mempersembahkan bunga untuk para korban. 

Iklan

“Untuk 16 korban KRL Bekasi Timur, semoga tenang di sisi-Nya. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan,”

tulis salah satu pesan di buket bunga.

“Aku mendoakan kalian agar tenang di sisi-Nya. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,”

tulis salah satu pengguna KRL dalam suratnya.

Pengunjung yang memenuhi area Stasiun Bekasi Timur untuk memanjatkan doa kepada para korban. Beberapa dari mereka pun tak kuasa menahan tangis, ada pula yang berpelukan untuk saling menguatkan.

Kecelakaan ini bermula ketika rangkaian Commuter Line yang berhenti di lintasan, ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, pukul 20.55 WIB, Senin, 27 April. Hingga kini petugas masih terus mengevakuasi dan investigasi lebih lanjut bakal dijalankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tragedi itu menewaskan 16 orang.

Iklan