Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

BPLH Tegaskan Solusi Mengatasi Sampah Bukan Sekadar Diubah Jadi Energi

Pengelolaan sampah dinilai cukup hanya mengandalkan teknologi pengubah sampah menjadi energi atau waste-to-energy pemilahan sampah gas metana

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat (Foto: owrite/Ani Ratnasari)

Pengelolaan sampah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan teknologi pengubah sampah menjadi energi atau waste-to-energy.

Pemerintah menegaskan pemilahan sampah sejak awal tetap menjadi langkah utama untuk mencegah munculnya gas metana yang berdampak pada lingkungan dan perubahan iklim.

Pernyataan itu muncul di tengah upaya pemerintah mencari pola penanganan sampah yang lebih efektif, terutama untuk daerah dengan kapasitas sampah yang tidak sebesar kota metropolitan.

Iklan

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat mengatakan penanganan sampah harus dimulai dari proses dasar, yakni pemilahan.

Yang utama itu memilah sampah. Jangan sampai menghasilkan gas metana,”

kata Jumhur saat konferensi pers peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2026 di Universitas Internasional Islam Indonesia, di Cimanggis, Depok, Jum’at 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, program waste-to-energy saat ini masih difokuskan untuk kawasan aglomerasi dan kota-kota besar melalui proyek strategis nasional (PSN).

Meski begitu, pemerintah mulai memikirkan sistem pengelolaan sampah untuk daerah dengan volume sampah lebih kecil, sekitar 100 hingga 200 ton per hari.

Menurut Jumhur, pengelolaan sampah tidak harus selalu mengejar keuntungan besar. Yang penting, sistem tersebut mampu membiayai operasionalnya sendiri dan sampah tetap tertangani dengan baik.

“Yang penting bisa self-finance dan sampahnya tertangani dengan baik,”

ujarnya.

Ia menambahkan, gas metana dari sampah menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang memperparah perubahan iklim.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penggunaan berbagai teknologi pengelolaan sampah sekaligus memperketat pengawasan terhadap daerah yang dinilai masih lalai menangani persoalan lingkungan

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.