“Kebetulan saja beberapa videotron terbongkar karena renovasi gedung,”
ujar dia.
Anang juga membantah anggapan bahwa tayangan tersebut sengaja ditampilkan setelah Febrie menggelar konferensi pers hari ini, terkait namanya yang terseret dalam penyidikan kasus dugaan korupsi yang ditangani Polri.
“Memang secara berkala ditampilkan kegiatan dan kinerja kejaksaan,”
aku dia.
Sekadar Rutinitas
Berdasarkan pantauan owrite.id di Gedung Bundar, videotron itu menampilkan rangkaian penanganan berbagai perkara korupsi yang ditangani Jampidsus dan sejumlah momen saat Febrie memimpin konferensi pers dan menyampaikan hasil pengungkapan kasus.
Kemunculan videotron itu langsung menyedot perhatian publik karena berlangsung di tengah sorotan terhadap Febrie. Kejaksaan Agung memastikan tayangan tersebut merupakan bagian dari publikasi rutin mengenai aktivitas dan kinerja institusi, bukan dibuat untuk merespons dinamika yang sedang berkembang.
Sorotan
Febrie kini tengah menjadi sorotan publik. Sosoknya dikaitkan dengan sejumlah penyelidikan yang dilakukan oleh Kortastipidkor Polri.
Isu tersebut mencuat seiring penggeledahan kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan yang dalam berbagai pemberitaan dan media sosial disebut-sebut berkaitan dengan Febrie.
Tak lama berselang, penyidik juga menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Perumahan Golf Hijau, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang belakangan diakui Febrie sebagai rumah pribadinya.
Dalam penggeledahan itu ditemukan uang tunai, emas seberat sekitar 74 kilogram, serta sejumlah dokumen. Febrie juga dikaitkan dengan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLTU berkaitan dengan blackout di Sumatra.