Diskusi rutin Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) Rabu, 22 Juli 2026 di Jakarta, berlangsung hangat, membicarakan multitema masalah kebangsaan, dengan benang merah berupa imbauan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghentikan pernyataan yang dapat memudarkan semangat juang masyarakat.
Kita berharap dan mengimbau Presiden agar mengeluarkan pernyataan yang membangun semangat berkebangsaan dan berkenegaraan. Jangan lagi menyatakan sesuatu yang melemahkan semangat masyarakat yang sedang berada dalam masa sulit ini,”
imbau salah satu pencetus FWK, Hendry Ch Bangun.
Pada diskusi yang dibuka Sekretaris FWK, Dr. Budi Nugraha, Hendry yang mantan Wakil Ketua Dewan Pers pun menyatakan keprihatinannya atas semakin “liar”-nya berbagai kalangan berkomentar tentang presiden, yang semestinya dihormati dan disegani.
Bukan hanya para pemerhati dan intelektual, masyarakat umum pun banyak yang berkomentar tentang situasi negara saat ini. Bahkan emak-emak di warung dan anak remaja pun ikut bebas ngomongin presiden mereka,”
kata Hendry dalam bincang khusus Rabu FWK yang dihadiri para anggota FWK, yang umumnya para pimpinan redaksi media serta para wartawan senior. Di antara para peserta itu terlihat M. Nasir, Yesayes Octavianus, Umi Sjarifah, Herwan Pebriansyah, Berman Nainggolan L. Radja, A.R. Loebis, Raja Parlindungan Pane, dan lainnya.
Di antara pernyataan Prabowo yang memantik komentar rakyat kecil, ketika ia berujar rakyat desa ‘enggak pakai dolar’, 26 Mei 2026, sehingga ekonomi Indonesia masih aman, khususnya di bidang pangan dan energi. Berbagai kalangan termasuk petani dan nelayan merespons pernyataan yang dinilai tidak bijak ini, karena kondisi mata uang memiliki efek domino bagi mereka.






