Mantan ketua yayasan sekolah swasta inisial IWD dipecat karena dugaan penyalahgunaan keuangan. Hal itu diungkap oleh Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji.
“Alasan pemecatan itu karena indikasi penyalahgunaan keuangan yayasan untuk kepentingan pribadi,”
kata Untung saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.
IWD dipecat pada 18 April 2026 setelah ketahuan menggunakan dana yayasan guna membeli tanah dengan menggunakan nama si istri.
“Atas dasar itulah maka dua orang, Ketua (IWD) diberhentikan sementara, kemudian istrinya itu juga kami nonaktifkan dari status dia sebagai anggota pembina,”
ujar dia.
“Kemudian karena pemberhentian itu secara hukum dia tidak boleh beraktivitas atas nama yayasan. Akhirnya dia tidak boleh masuk ke yayasan, kemudian seluruh kunci (ruangan) itu dibawa mereka. Sehingga kami tidak punya akses,”
tambah Untung.


Tak Hanya Bedil
Setelah ruangan IWD dibongkar paksa, pihak yayasan malah menemukan senjata api lengkap dengan aksesoris, narkoba, hingga CD porno. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian.
“Jadi hari ini kami juga bikin laporan baru terkait dengan penemuan narkoba,”
kata dia.
Namun, Untung mengaku belum bisa memastikan apakah temuan barang itu milik IWD atau bukan. Dia menyerahkan proses penyelidikan setelah melapor kepada Polres Metro Jakarta Selatan.
“Jadi siapa pemiliknya kami serahkan kepada penyidik. Karena perkara sudah kami laporkan sejak awal bulan lalu,”
tutur Untung.
Pendalaman
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan temuan senjata tersebut masih dalam penyelidikan setelah pihaknya menerima laporan pada 15 Juli 2026.
“Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata yang terdiri dari airsoft gun dan senjata api yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama,”
ucap Joko ketika dikonfirmasi hari ini.
Selain menerima laporan dari masyarakat, petugas juga telah membuat laporan lebih dulu dengan laporan polisi model A, setelah menemukan ratusan senjata itu. Joko bilang temuan itu kini tengah diselidiki.



























