Temuan 995 senjata api di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan masih menyimpan misteri. Pihak yayasan mengungkapkan ada salah satu ruangan menyerupai bunker belum terbongkar.
Kuasa hukum ketua yayasan, Hermawanto meminta Polres Metro Jakarta Selatan untuk membongkar paksa ruangan tersebut. Dikhawatirkan ruangan tersebut masih menyimpan senjata api atau barang berbahaya lain.
Masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker segera ditindaklanjuti oleh kepolisian,”
ungkap Hermawanto kepada wartawan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Minta Pendampingan Polisi


Hermawanto mengaku, pengurus yayasan tidak berani membuka ruangan itu sebab khawatir risiko hukum maupun keselamatan yang dihadapi.
Kami akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami membuka ruangan ini karena kalau kami sendiri khawatir ada risiko hukum,”
katanya.
Kuasa hukum menceritakan seluruh proses pembongkaran ruangan telah didampingi kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan sejak awal.
Dia melanjutkan semenjak Ketua Yayasan inisial IWD diberhentikan dari jabatannya, pihak pengurus tidak memiliki akses untuk ke sejumlah ruangan.
Yayasan mengaku khawatir setelah membongkar paksa dua ruangan dengan ditemukan berbagai jenis senjata api hingga narkoba diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Ditemukan pada 10-11 Juli 2026


Hermawanto menceritakan, temuan 995 pucuk senjata api, amunisi, serta berbagai aksesoris senjata di lingkungan sekolah pada 10-11 Juli 2026.
Pada Rabu 5 Agustus 2026 malam, pihak yayasan membuka kembali salah satu ruangan dan kembali menemukan senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang diduga narkotika, dan puluhan CD porno.
Hermawanto mengungkapkan, saat ini seluruh barang bukti tersebut telah diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk diselidiki.

























