Tak Wajar
Menurut Iman, kasus kematian Sutrimo telah memenuhi unsur perbuatan tindak pidana dan dianggap tidak wajar. Pihak keluarga melaporkan atas pasal pembunuhan maupun pembunuhan berencana.
“Pasal yang dipersangkakan sebagaimana laporan polisi yang kami terima itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana,”
kata Iman.
Meski begitu, penyidik bergelut mengungkap tabir kematian Sutrimo yang masih misterius. Sehingga Iman enggan berspekulasi apakah kematian tersebut merupakan pembunuhan atau pembunuhan berencana.
“Konsentrasi penyidikan kami adalah terhadap seseorang yang diduga meninggal. Dengan laporan dugaan meninggal dunia tidak wajar menurut pihak keluarga,”
tutur dia.
Seluruh fakta yang ditemukan selama proses penyidikan bakal menjadi modal menentukan tindak pidana kematian Sutrimo.
“Apabila di kemudian hari ada hal-hal yang ditemukan dalam proses penyidikan, tentu tim akan berfokus pada fakta hukum yang ditemukan selama proses penyidikan,”
lanjut Iman.
Cari Tahu
Sutrimo pertama kali ditemukan tergeletak di halaman klinik kecantikan yang telah tidak beroperasi, Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026. Warga sekitar mengira ia pingsan.
Ia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Setiba di sana, pihak rumah sakit menyatakan nyawa Sutrimo tak tertolong.
Dalam penyidikannya, polisi telah memeriksa beberapa saksi guna memperjelas rangkaian kejadian dan mengumpulkan fakta-fakta selama proses penelusuran. Tidak menutup kemungkinan pemeriksaan saksi lain bakal dilakukan.