Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret artis Betrand Peto dan dibuka ke publik melalui konferensi pers, dinilai dapat menimbulkan dampak baru bagi perempuan yang mengaku sebagai korban.
Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri, mengingatkan eksposur kasus di media dapat memicu stigma hingga memengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.
Mungkin ada keinginan untuk menginspirasi korban-korban kekerasan seksual lainnnya agar juga berani bicara terbuka. Tapi maaf kata, mengingat kejadian disebut-sebut berlangsung selepas tengah malam di pusat hiburan, khalayak justru bisa terdorong memberikan label serba negatif kepada perempuan dimaksud,”
kata Reza Indragiri kepada Owrite, Jumat, 18 September 2026.
Ditambahkannya, niat untuk mendorong korban kekerasan seksual lain agar berani berbicara terbuka dapat menghadapi konsekuensi berbeda ketika berhadapan dengan penilaian publik. Dalam kasus Betrand Peto, dugaan kejadian disebut berlangsung di sebuah klub malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.







