Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menawarkan 37 proyek pengembangan kota kepada investor global dengan potensi nilai investasi mencapai 7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp122,5 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS).

Penawaran ini disampaikan Pramono saat menghadiri U20 Mayors Summit di Civic Hall, New York, Amerika Serikat, pada Minggu, 20 September 2026.

“Jakarta siap membuka peluang investasi melalui 37 proyek pengembangan kota dengan potensi nilai investasi sebesar 7 miliar dolar AS,”

ujar Pramono dikutip dari Berita Jakarta pada Senin, 21 September 2026.

Masa Depan

Tawaran investasi ini merupakan bagian dari upaya Jakarta memperkuat kerja sama dengan mitra kota, dunia usaha, dan investor global. Ia juga mengajak para mitra internasional tidak hanya berinvestasi, tetapi juga terlibat dalam pembangunan Jakarta.

Puluhan proyek yang ditawarkan dengan nilai indikatif Rp112,5 triliun tersebut mencakup sejumlah pengembangan yang dikelola BUMD, BUMN, dan BLUD DKI Jakarta. Selain proyek, Pemprov DKI juga membuka peluang pengembangan di 13 kawasan prioritas Jakarta.

Kawasan tersebut meliputi kawasan Ragunan, Ancol-JIS, Blok M-ASEAN, Kota Tua-Harmoni, Cawang Hub, Dukuh Atas, Waduk Melati, Monas, Pasar Baru, Cikini, Grogol-Petamburan, Velodrome, hingga Kepulauan Seribu dan kawasan pesisir.

Dalam forum tersebut, Pramono juga memaparkan kondisi ekonomi Jakarta. Ia menyebut ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen dengan inflasi 2,5 persen. Kondisi tersebut turut mendorong masuknya investasi sebesar 10,5 miliar dolar AS ke Jakarta selama enam bulan pertama 2026.

“Di tengah dunia yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi, Jakarta tetap mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat,”

kata Pramono.

U20 Mayoral Summit 2026 berlangsung pada 19-21 September di New York. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin kota untuk membahas berbagai persoalan perkotaan dan kerja sama pembangunan.