Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan tiga langkah yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani isu perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Pramono saat berpidato dalam forum U20 Public Conference di New York City, Amerika Serikat, setelah mendapat undangan dari Wali Kota New York Zohran Mamdani.
Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin kota dunia tersebut, Pramono menyebut aksi iklim harus dapat menjadi manfaat yang benar-benar bisa dilihat dan dirasakan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, strategi iklim tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan dasar masyarakat untuk mendapatkan kota yang lebih sehat, lebih terjangkau, dan lebih layak untuk ditinggali.
Menjelaskan, langkah pertama yang dipaparkan Pramono adalah transformasi transportasi publik. Ia menyebut saat ini sudah terdapat 500 bus listrik Transjakarta yang beroperasi setiap hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menargetkan seluruh armada Transjakarta sepenuhnya menggunakan energi listrik pada 2029.
Selanjutnya, Pramono menjelaskan Jakarta terus menambah taman kota dan ruang bermain. Menurutnya, ruang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi warga untuk berinteraksi dan beristirahat.
Mengungkapkan, langkah ketiga yang dijalankan Jakarta adalah revolusi pengelolaan sampah. Pramono memperlihatkan pengelolaan sampah melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Jakarta serta pembangunan dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Menegaskan, teknologi pengelolaan sampah tersebut tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. Karena itu, gerakan memilah sampah mulai didorong dari lingkungan sekolah hingga komunitas warga.
Dengan bersama pemerintah pusat, Jakarta sedang mengembangkan dua Infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik”
Ujarnya.
Menurutnya, pembahasan mengenai aksi iklim tidak harus selalu disampaikan melalui jargon yang rumit.
Isu tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan warga, mulai dari bus yang digunakan sehari-hari, taman yang menjadi ruang bermain, hingga sampah yang dipilah dari rumah.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mendapat tepuk tangan dari para wali kota berbagai negara yang hadir menyaksikan pidatonya.







