Aliansi Mahasiswa BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) direncanakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Senin 5 Oktober 2026.
Sebanyak 3.983 personel gabungan TNI-Polri disiapkan untuk memberikan pelayanan dalam kegiatan penyampaian pendapat agar berlangsung dengan tertib, sekaligus menjaga aktivitas warga lainnya tetap berjalan.
Sebanyak 3.983 personel gabungan disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut, terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemda DKI Jakarta, serta 400 personel pengamanan dalam,”
kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikonfirmasi, Senin 5 Oktober 2026.
Ditambahkannya, personel yang disiagakan akan mengedepankan komunikasi serta pendekatan persuasif dan humanis. Nantinya mereka akan ditempatkan menyesuaikan karakter, lokasi, dan kebutuhan masing-masing kegiatan.
Sementara itu terkait rekayasa lalu lintas, Budi menyampaikan akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan kondisi arus kendaraan dan perkembangan kegiatan di lapangan.
Personel disiapkan pada jalur pergerakan peserta, kawasan strategis, serta titik-titik pengaturan lalu lintas,”
bilang dia.
Oleh karenanya, masyarakat yang akan melintas di lokasi unjuk rasa diiimbau mempertimbangkan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan.
Kepada para peserta aksi unjuk, polisi menghimbau agar tetap melaksanakan penyampaian pendapat dengan tertib dan damai dan menghormati kegiatan masyrakat lainnya.
BEM SI bakal membawa tuntutan mengenai pendidikan, termasuk mendesak pembahasan dan revisi UU Sisdiknas secara partisipatif dan kompherensif.
Selain itu, aliansi Mahasiswa mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan gratis, sebab pendidikan merupakan hak yang seharusnya bisa dijangkau seluruh masyarakat.
BEM SI juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan, serta jaminan berkelanjutan perguruan tinggi swasta dalam kebijakan pendidikan tinggi gratis.







